10/06/2022

Mengenal Upacara Pemakaman dan 5 Makam Jepang Paling Poputer

Setiap negara pasti memiliki kepercayaan tertentu dalam hal melaksanakan pemakaman bagi orang yang meninggal. Kepercayaan tersebut akan menjadi tradisi yang dilaksanakan terus-menerus. Seperti di negeri Sakura, terdapat makam Jepang dan adat pemakaman yang bisa dipelajari oleh warga asing. Terutama bagi orang-orang yang menetap di negara tersebut.

Bukan hanya makam Jepang saja yang memiliki perbedaan, tetapi ada sejumlah tradisi yang membedakan dengan pemakaman di negara lain. Misalnya seperti adanya upacara dengan mempersembahkan dupa, pakaian, okoden, dan seterusnya. Agar pembaca bisa memperoleh wawasan lebih luas tentang tradisi Jepang, berikut informasi seputar pemakaman Jepang yang dapat disimak:

Daftar Isi

  1. Bentuk Upacara Pemakaman di Jepang
  2. Pakaian yang Harus Dikenakan Saat Upacara Pemakaman
  3. Budaya Upacara Pemakaman
  4. Makam Jepang Paling Populer

Bentuk Upacara Pemakaman di Jepang

Upacara dalam acara pemakaman merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan di Jepang. Hal tersebut menjadi budaya yang tidak bisa ditinggalkan. Secara umum, upacara pemakaman dilaksanakan dengan tata cara Buddha dengan tradisi kremasi jenazah. Terdapat dua bentuk upacara pemakaman yang bisa diketahui dalam rangka menambah wawasan tentang budaya Jepang, berikut penjelasannya:

1. Ososhiki

Dalam proses pemakaman, terkadang ada yang melangsungkan beberapa upacara dalam satu hari. Tradisi ini dinamakan dengan Ososhiki dan cukup sering dilaksanakan di Jepang. Adapun upacara yang dilaksanakan berupa Otsuya dan dilanjutkan dengan Kokubetsu Shiki. Acara terakhir yaitu kremasi yang prosesnya dilaksanakan oleh keluarga terdekat almarhum saja.

2. Otsuya

Upacara ini dilaksanakan dengan mengundang sejumlah keluarga, kerabat, serta teman-teman almarhum untuk berkumpul. Para tamu akan mempersembahkan dupa sebagai penghormatan terakhir pada jenazah. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kitab sutra yang dilakukan oleh biksu Buddha sembari diiringi dengan pembakaran dupa di hadapan orang yang meninggal.

Pakaian yang Harus Dikenakan Saat Upacara Pemakaman

Di Indonesia masyarakat bisa menghadiri acara pemakaman dengan pakaian bebas namun tetap sopan. Sedangkan untuk upacara pemakaman Jepang menganjurkan setelan khusus yang umum dipakai. Untuk laki-laki biasanya perlu mengenakan kemeja putih dan jas hitam. Sedangkan untuk dasi dipilih warna hitam tanpa pin.

Tidak hanya jas, atribut lain seperti sepatu, kaus kaki, dan sabuk juga harus berwarna hitam. Adapun untuk wanita biasanya mengenakan kimono formal atau bisa digantikan dengan dress. Sama halnya pada laki-laki, warna tas dan sepatu juga harus hitam. Tetapi tidak disarankan untuk menggunakan aksesoris yang mengkilap, berbulu, maupun terbuat dari kulit.

Di samping aturan pakaian tersebut, wanita juga dilarang untuk memakai perhiasan dari emas maupun mutiara. Tetapi masih diperbolehkan untuk memakai cincin kawin saat menghadiri upacara pemakaman. Sedangkan untuk upacara otsuya, pakaian hitam bisa diganti dengan warna gelap lain seperti abu-abu dan biru gelap. Pakaian tersebut digunakan bertujuan untuk bersikap sopan dan menghargai almarhum. Kalian bisa memakai Hakama untuk mendatangi pemakaman, untuk yang ingin mengetahui lebih lanjut baca juga >> Hakama, Pakaian Tradisional Jepang yang Masih Dilestarikan.

Budaya Upacara Pemakaman

Warga Jepang menerapkan kebiasaan tertentu yang akan dilakukan saat menghadiri acara pemakaman. Apabila pembaca seorang warga asing yang tinggal di Jepang, tidak ada salahnya untuk mempelajari budaya tersebut. Sehingga bisa membaur saat menghadiri acara pemakaman yang dilaksanakan di Jepang. Berikut kebiasaan yang akan dilakukan orang Jepang untuk menghormati almarhum:

1. Melaksanakan Persembahan Dupa

Pembakaran dupa tidak dilakukan begitu saja, tetapi ada tata cara yang perlu dipahami saat akan mempersembahkan dupa. Untuk memberikan penghormatan pada almarhum, tamu bisa mendekati altar dan membungkukkan badan pada keluarga almarhum. Kemudian menuju ke altar tempat diletakkannya jenazah dan membungkukkan badan. Selanjutnya tamu bisa maju dan meletakkan dupa.

Setelah dupa terpasang, tamu harus berdo'a dengan kedua tangan dan sedikit menundukkan kepala. Adapun tata cara kembali ke tempat duduk bisa dilakukan dengan mundur satu langkah. Bungkukkan badan sekali lagi pada jenazah dalam-dalam. Setelah itu, tamu bisa kembali ke tempat duduk seperti semula dan dilanjutkan dengan tamu lain yang mempersembahkan dupa.

2. Memberikan Okoden

Sebelum dilakukan pemakaman di makam Jepang, pelayat umumnya akan memberikan okoden atau uang duka. Sejumlah uang dengan nominal tertentu diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan. Tujuannya untuk meringankan biaya yang ditanggung oleh pihak keluarga. Okoden juga tidak bisa diberikan dengan sembarang nominal, ada beberapa aturan yang perlu dipahami.

Untuk memberikan okoden, sebaiknya tidak memakai uang baru. Adapun jumlahnya tergantung kedekatan dengan almarhum sebelumnya. Untuk teman, biasanya memberikan jumlah sekitar 5.000 sampai 10.000 yen. Hindari pemberian uang yang melibatkan angka 4 dan 9 saat menghadiri upacara pemakaman. Sebab, angka ini sekilas bunyinya memiliki makna yang kurang baik.

Angka 4 disebut dengan 'shi' yang bunyinya mirip dengan mati, sedangkan angka 9 dibaca 'ku' bisa menunjuk 'kurushii' berarti menderita. Untuk menyerahkan okoden, sebaiknya pakai amplop dengan pita berwarna hitam atau putih. Bila ada tata cara menghadiri upacara pemakaman yang terlupakan, jangan pernah ragu untuk bertanya pada pihak keluarga mendiang.

Makam Jepang Paling Populer

Tidak hanya sekedar pemakaman, tetapi ada beberapa makam Jepang yang populer dan sering dikunjungi oleh penduduk lokal dan warga asing. Salah satunya karena sejarah pemakaman yang dalam, sehingga menarik untuk dipelajari. Sebagai tambahan referensi, berikut beberapa makam yang paling populer di Jepang untuk diketahui:

1. Okunoin

Berisi lebih dari 200 ribu kuburan, Okunoin termasuk pemakaman terbesar di Jepang. Okunoin merupakan tempat makam bagi tokoh terkenal di negara tersebut, termasuk Kukai seorang master agama Buddha. Untuk mencapai makam Jepang tersebut, diperlukan perjalanan yang cukup panjang dengan total panjang sekitar 2 km dari gerbang masuk.

Apabila berkunjung ke Okunion, warga bisa berdo'a di Bodhisattva Jizo dan meneteskan sedikit air ke patung. Ada pula jembatan Gobyobashi yang bisa dilewati dengan membungkukkan badan terlebih dahulu. Banyaknya makam yang terdapat di Okunoin ini membuatnya semakin terkenal dan sering dikunjungi oleh masyarakat yang ingin berziarah.

2. Pusara Kaisar Nintoku

Pemakaman ini juga disebut dengan Daisen Kofun dan termasuk makam Jepang terbesar yang bisa dikunjungi. Kaisar Nintoku merupakan kaisar ke-16 dan meninggal tahun 399 saat usianya mencapai 142 tahun. Ciri khas dari makam ini terlihat dari nuansa sejuk yang ditimbulkan dari pepohonan rimbun menyerupai tembok hutan. Bila dilihat dari atas, desain Daisen Kofun seperti lubang kunci raksasa.

3. Tsudo-shiroyama Kofun

Diantara makam Jepang yang berbentuk lubang kunci, Tsudo-shiroyama Kofun merupakan pemakaman tertua. Panjangnya sekitar 210 meter dan dikelilingi oleh parit ganda. Apabila datang ke pemakaman ini, pengunjung dapat mendaki ke puncak gundukan agar dapat melihat pemandangan yang indah. Di puncak inilah, warga bisa beristirahat dengan suasana alam yang tenang.

4. Hiroshima Peace Park Memorial

Bila travelling ke Hiroshima, sempatkan untuk pergi ke situs peringatan yang populer. Lokasinya sangat dekat dengan bom nuklir di Jepang. Reruntuhan bangunan ini diperingati sebagai pemakaman lebih dari 140 ribu penduduk yang tewas karena bom atom di Hiroshima dulu. Tragedi bom atom ini sekaligus menjadi awal sumpah penghapusan senjata nuklir serta perdamaian.

Demikian gambaran tentang makam Jepang dan budaya yang dilaksanakan pada acara pemakaman di negara tersebut. Sebagian warga asing mungkin terasa kebingungan saat datang ke acara pemakaman di Jepang. Namun, seiring dengan berlalunya waktu maka akan menjadi semakin terbiasa dengan budaya tersebut. Bertanya pada penduduk lokal merupakan salah satu cara agar pembaca bisa menggali informasi lebih dalam.

Sekarang tidak lagi resah sendirian Komunitas tanya jawab tentang Jepang

Artikel terkait

Ainu, Suku Asli Jepang yang Bertahan di Tengah Intimidasi

Jepang dengan kecanggihan teknologinya, ternyata juga memiliki suku asli yang hidup sangat tradisional. Suku tersebut adalah Ainu, penduduk asli Jepang yang banyak bermukim di Hokkaido. Namun demikian...

Budaya

Mengenal Kisah Legendaris Urashima Taro dari jepang

Masyarakat Jepang memiliki begitu banyak cerita rakyat yang menarik untuk disimak. Salah satunya adalah Urashima Taro yang merupakan sebuah cerita populer di Jepang. Kisah ini bukan hanya sembarang ce...

Budaya

Suasana Lebaran di Jepang Tahun 2022

Selamat hari raya idul fitri dan mohon maaf lahir dan batin untuk teman-teman pembaca WeXpats semua nya. Bagi yang mau tahu bahasa jepang nya lebaran atau hari raya idul fitri adalah “断食明けのお祭り(D...

Budaya Sejarah・Agama Halal Festival dan event

Puasa orang Indonesia di Jepang & jadwal puasa di jepang

Hai teman-teman yang sudah pernah berpuasa dijepang ataupun yang belum pernah berpuasa dijepang!! Pada penasaran gak puasa dijepang tuh gimana sih?? Kali ini kita cari tahu yuk bagaimana muslim indone...

Budaya Sejarah・Agama

Kadomatsu, Dekorasi Tradisional khas Jepang Simbol Kemakmuran

Jepang punya begitu banyak jenis tradisi. Tak heran jika di Jepang juga banyak jenis dekorasi tradisional yang membawa makna-makan sakral. Salah satunya adalah dekorasi tradisional bernama kadomatsu y...

Budaya

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie