Inilah Perbedaan Budaya Jepang dan Indonesia yang Menarik untuk Diketahui

WeXpats
2020/05/08

Pada masa lampau, Jepang dan Indonesia memiliki hubungan tersendiri. Meskipun begitu, kedua negara tersebut memiliki budaya yang berbeda-beda dan mampu menjadi keunikan tersendiri bagi hubungan kedua negara. Ada beberapa perbedaan budaya Jepang dan Indonesia yang menarik untuk diketahui.

Perbedaan budaya Jepang dan Indonesia tersebut bisa dilihat dari berbagai sisi. Namun, kali ini hanya membahas beberapa perbedaan saja yang dinilai menarik dan perlu untuk diketahui. Perbedaan pertama yang bisa dilihat yaitu budaya penamaan, dengan ulasan lengkap dan informatif sebagai berikut:

Budaya Penamaan

Perbedaan budaya Jepang dan Indonesia yang menonjol yaitu budaya penamaan. Di Indonesia sendiri tidak semua masyarakat atau suku di Indonesia memiliki tradisi nama keluarga. Hanya ada beberapa suku tertentu yang memiliki nama keluarga, misalnya adalah Suku Sumatra, Kalimantan, atau Sulawesi. Dengan begitu, dengan adanya nama keluarga, bisa diperkirakan suku mana mereka berasal.

Seperti suku batak yang memiliki nama marga yang cukup banyak dikenal, misalnya adalah Nasution, Sembiring, ataupun Hutapea. Selain itu, budaya penamaan di Indonesia juga sering kali diambil dari pengaruh agama. Misalnya, bagi umat Islam ada unsur Muhammad atau Abdullah sedangkan umat katolik menggunakan nama baptis, seperti Margaretha, Abigail, dan lain sebagainya.

Sedangkan budaya penamaan di Jepang terdiri dari dua bagian, yaitu family name dan first name. Jadi, setelah seseorang bayi dilahirkan, namanya harus didaftarkan di Kuyakusho atau kantor pemerintahan, paling lambat 14 hari setelah kelahiran. Semua orang di Jepang dipastikan memiliki nama keluarga, terkecuali keluarga kaisar.

Perbedaan budaya Jepang dan Indonesia dari segi penamaan berikutnya yaitu dalam hal pencatatan sipil. Di Jepang, nama keluarga wajib dimasukkan dalam catatan sipil secara resmi. Sedangkan di Indonesia nama marga tidak diperbolehkan untuk dicantumkan di akta kelahiran.

Maka, ketika wanita yang telah menikah, nama keluarganya akan mengikuti nama suaminya. Namun, kini banyak juga wanita karir di Jepang yang tetap mempertahankan nama keluarganya. Sedangkan di Indonesia, seorang wanita tidak akan berganti mengikuti nama keluarga suami.

Budaya Penghormatan Pada Orang Lain

Perbedaan budaya Jepang dan Indonesia berikutnya yaitu mengenai budaya penghormatan pada orang lain. Hal ini patut diketahui karena tiap negara tentunya memiliki budaya penghormatan yang berbeda, termasuk bagi Jepang dan juga Indonesia. Berikut ini adalah 3 gerakan tubuh yang biasa digunakan sebagai tanda penghormatan pada orang lain:

1. Jabat Tangan

Sebetulnya tradisi jabat tangan dilakukan di kedua negara, baik Jepang maupun Indonesia. Namun, tetap saja ada perbedaan budaya Jepang dan Indonesia dari segi bagaimana mereka berjabat tangan. Di Indonesia, jabat tangan biasanya dilakukan dengan merangkapkan kedua tangan.

Apabila berjabat tangan dengan jenis kelamin yang berlainan, terkadang tangan mereka tidak saling bersentuhan. Di Jepang, masyarakatnya juga melakukan jabat tangan namun tidak umum untuk dilakukan. Jabat tangan biasa digunakan ketika menghadiri acara internasional karena secara tradisi mereka tidak menggunakan jabat tangan sebagai tanda penghormatan.

2. Membungkukkan Badan

Tanda penghormatan dengan membungkukkan badan hanya dilakukan di Jepang saja, tidak di Indonesia. Dalam budaya Jepang, budaya membungkukkan badan disebut dengan Ojigi sebagai tanda penghormatan. Orang Jepang melakukan Ojigi dalam banyak hal, misalnya saat mengucapkan maaf, terima kasih, atau acara seremonial.

Ada dua jenis Ojigi yang perlu diketahui, yaitu Ritsurei yaitu Ojigi yang dilakukan dengan cara berdiri. Jenis Ojigi yang kedua yaitu Zarei, yaitu melakukan Ojigi sambil duduk. Ada 3 jenis Ojigi berdasarkan intensitasnya, dengan begitu semakin lama dan dalam Ojigi, semakin dalam perasaan yang ingin diungkapkan.

Level paling tinggi yaitu Seikerei yaitu dengan membungkukkan badan sekitar 45 derajat atau lebih. Keirei yaitu membungkukkan badan sekitar 30 - 45 derajat, sedangkan Eshaku, membungkukkan badan sekitar 15 – 30 derajat. Dari ketiga jenis tersebut, yang paling jarang dilakukan yaitu Seikerei karena dilakukan saat menyampaikan maaf mendalam ataupun saat beribadah.

Di Indonesia sendiri ada juga budaya ini namun berbeda gesture-nya dan hanya dilakukan oleh suku Jawa saja. Biasanya mereka akan membungkukkan badan dengan tangan kanan dikebawahkan dan tangan kiri ditekuk di belakang pinggul. Gerakan membungkukkan badan ini biasa dilakukan sebagai tanda permisi jika melewati seseorang yang jauh lebih tua.

3. Cium Tangan dan Cium Pipi

Perbedaan budaya Jepang dan Indonesia dari segi penghormatan berikutnya yaitu cium tangan dan juga cium pipi. Di Jepang sendiri tidak mengenal dan tidak lazim melakukan cium tangan maupun cium pipi. Namun, di Indonesia cium tangan maupun cium pipi sangat wajar dilakukan sebagai tanda penghormatan dan juga kasih sayang.

Cium tangan dilakukan oleh seorang anak kepada orang tua, seorang murid ke guru, atau orang awam kepada tokoh agama atau masyarakat. Sedangkan cium pipi biasanya dilakukan ketika dua teman atau saudara dengan sesama jenis kelamin bertemu. Cium pipi juga sebagai tanda kasih sayang orang tua pada anaknya, dan juga sebaliknya.

Budaya Makan dan Minum

Perbedaan budaya Jepang dan Indonesia berikutnya bisa dilihat dari segi budaya makan dan juga budaya minum. Hal ini karena meskipun sama-sama negara Asia, kedua negara ini memiliki budaya makan dan minum yang berbeda. Berikut ini adalah perbedaan budaya makan dan minum antara Jepang dan juga Indonesia:

1. Budaya Makan

Makanan Jepang selalu mempertahankan keaslian cita rasa dari sebuah makanan, misalnya yaitu makanan sushi atau sashimi. Sementara di Indonesia, tidak lazim memakan makanan yang mentah, seperti yang dilakukan di Jepang. Kemudian, di Jepang cukup sulit untuk menemui makanan halal, sedangkan di Indonesia mudah untuk menemukan makanan halal.

Di Jepang, ketika sedang memakan ramen mereka biasanya mengeluarkan suara saat menyeruput mie maupun kuahnya. Sedangkan di Indonesia, lebih baik tidak mengeluarkan suara saat makan. Kemudian, sebelum makan orang jepang akan mengatakan ‘Itadakimasu’ sedangkan orang Indonesia akan berdoa sesuai agama masing-masing sebelum makan.

2. Budaya Minum

Di Jepang memiliki budaya minum teh, sehingga saat minum teh ada peraturan yang harus dijalankan. Misalnya, mereka harus duduk bersimpuh dengan melakukan meletakkan cangkir yang tepat saat meminum teh. Sedangkan di Indonesia, tidak ada budaya minum teh dengan aturan yang ketat sehingga menikmati teh bisa menjadi lebih santai.

Budaya Transportasi Massal

Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan kepadatan lalu lintasnya sehingga banyak orang yang terjebak macet dan membuang waktu mereka. Hal ini tentu berbeda dengan Jepang yang tidak memiliki lalu lintas yang padat. Inilah yang menjadi perbedaan budaya Jepang dan Indonesia yaitu mengenai budaya transportasi massalnya.

Di Jepang, masyarakatnya lebih menyukai untuk menggunakan transportasi massal dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Pasalnya, di Jepang, seluruh penjuru kota sampai dengan desa sudah terhubung dengan transportasi massal yang memadai, seperti kereta. Selain itu, pajak mobil di Jepang juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pajak mobil di Indonesia.

Itulah yang menyebabkan mengapa mereka lebih menyukai menggunakan transportasi massal dibandingkan dengan kendaraan pribadi karena lebih hemat. Selain itu, kenyamanan transportasi massalnya cukup berbeda karena semua transportasi massal di Jepang bersih dan aman. Sedangkan transportasi massal di Indonesia, tidak semuanya bersih maupun aman.

Itulah berbagai perbedaan budaya Jepang dan Indonesia yang menarik untuk disimak. Ternyata, kedua negara tersebut memiliki banyak perbedaan, mulai dari penanaman, sikap penghormatan, budaya makan dan minum, sampai dengan budaya transportasi massal. Meskipun perbedaan yang dimiliki kedua negara cukup kontras, tetapi itulah yang menjadi keunikan dari masing-masing negara.

Baca juga: Beragam Pakaian Jepang Tradisional yang Populer. Serupa Tapi Tak Sama?

Penulis

WeXpats
Di sini kami menyediakan artikel yang mencakup berbagai informasi yang berguna tentang kehidupan, pekerjaan, dan studi di Jepang hingga pesona dan kualitas Jepang yang menarik.

Sosial Media ソーシャルメディア

Kami berbagi berita terbaru tentang Jepang dalam 9bahasa.

  • English
  • 한국어
  • Tiếng Việt
  • မြန်မာဘာသာစကား
  • Bahasa Indonesia
  • 中文 (繁體)
  • Español
  • Português
  • ภาษาไทย
TOP/ Budaya Jepang/ Tradisi budaya Jepang/ Inilah Perbedaan Budaya Jepang dan Indonesia yang Menarik untuk Diketahui

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie