01/06/2020

Seifuku: Seragam Sekolah Jepang Dulu dan Sekarang

Berbeda dengan seragam sekolah resmi Indonesia yang dibuat sangat simpel, seragam sekolah Jepang dibuat dengan beragam model dan juga bergantung pada musim yang dilalui saat itu. Perubahan seragam sekolah Jepang pun telah melalui perjalanan panjang hingga tercipta lah seragam, atau seifuku yang digunakan sekarang ini. 

Sejarah Singkat Seragam Sekolah Jepang

Seragam sekolah Jepang pertama kali berasal dari era Meiji sekitar tahun 1879. Sebelumnya, siswa di Jepang hanya mengenakan pakaian formal tradisional ke sekolah, karena orang yang bisa bersekolah pada waktu itu biasanya berasal dari keluarga yang relatif kaya. Bagi wanita, tradisi seragam sekolah dimulai sekitar tahun 1900. Saat itu, seragam itu adalah kimono dan hakama.

Menjelang akhir era Meiji dan awal era Taisho, budaya Jepang mulai bercampur dengan budaya Barat sebagai hasil dari pengaruh yang baru ditemukan dari negara-negara asing. Campuran ini memiliki banyak bentuk dan menghasilkan beragam produk, teknologi, mode, subkultur, dan cara hidup baru. Salah satu pengaruh yang terlihat adalah transformasi seragam sekolah Jepang.

Anak laki-laki mulai mengenakan seragam yang disebut gakuran. Gakuran terdiri dari topi, atasan hitam dengan kerah berdiri, lima kancing emas, dan celana panjang hitam lurus. Ini sebenarnya seragam yang sama yang dipakai anak laki-laki sampai hari ini, tetapi ketika diperkenalkan pertama kali di era Taisho, anak-anak Jepang mengenakannya dengan geta (sandal kayu) di kaki mereka.

Sedangkan untuk anak perempuan sekolah Jepang, mereka mulai mengenakan hakama berwarna-warni yang berbeda dari pakaian pria, karena hakama ini dirancang khusus untuk dipakai oleh wanita. Anak-anak perempuan mengenakannya dengan sepatu bot kulit dan busur yang diikat di rambut mereka, dan gaya seragam sekolah ini menjadi sangat populer di kalangan siswa perempuan selama era Taisho. Tidak seperti seragam anak laki-laki, yang terus menggunakan gakuran hingga hari ini, seragam sekolah anak perempuan mengalami sejumlah perubahan yang luar biasa seiring dengan berubahnya tren. Setelah model seragam angkatan laut bergaya militer sudah masuk, model baju seragam ini masih sangat umum digunakan di masa sekarang. Kemudian, rok kotak-kotak yang dipengaruhi sekolah Katolik dan blazer dengan kaus kaki tinggi adalah tren seragam berikutnya yang populer di sekolah Jepang.

Mengapa Pelajar Jepang Memakai Seragam Pelaut?

Selama masa itu, masyarakat umum Jepang sebagian besar masih mengenakan kimono. Dibandingkan dengan busana pria, peralihan ke pakaian gaya Barat untuk wanita lebih terlambat. Perubahan dimulai dari Rokumeikan, sebuah bangunan bergaya Barat yang dibuat untuk menyambut para diplomat dan pengunjung kelas atas. Di sana, wanita Jepang mengenakan gaya pakaian terbaru dari Paris sambil menikmati tarian ballroom, masakan Prancis, dan banyak lagi. Namun pada waktu itu pakaian mode Barat ini terbatas pada wanita dengan status sosial tinggi.

Mengikuti perkembangan itu, gaya yang memadukan estetika Jepang dan Barat muncul, seperti memasangkan aksesori gaya Barat dengan kimono Jepang. Sekitar tahun 1920, seragam sekolah anak perempuan berubah secara penuh dari hakama ke pakaian mode Barat. Terutama seragam yang terinspirasi oleh pelaut menjadi sangat populer di kalangan anak perempuan. Di masa ini, seragam di Jepang bukanlah pakaian yang siap pakai. Jadi tiap orang harus membuatnya dengan biaya sendiri. Salah satu yang membuat seragam ala pelaut ini populer adalah cara pembuatan dan pola bajunya yang mudah dibuat.

Seragam Sekolah Jepang Masa Kini

Semua sekolah di Jepang memiliki versi seragam musim panas, serta versi musim dingin. Seragam musim panas dibuat dengan model yang sederhana dan ringan, karena musim panas di Jepang terkenal sangat panas dan lembab. Seragam sekolah Jepang musim panas ini biasanya terdiri dari kemeja putih dan celana panjang untuk anak laki-laki, dan blus ringan dan rok dengan dasi untuk anak perempuan. Siswa juga memiliki seragam olahraga kasual. Seragam musim dingin terlihat kurang kasual dan lebih profesional karena terbuat dari bahan yang lebih berat dan dilengkapi dengan jaket blazer untuk menjaga siswa tetap hangat.

Tergantung pada tingkat disiplin sekolah tertentu, siswa mungkin sering mengenakan seragam musiman dan aktivitas yang berbeda di dalam kelas yang sama pada siang hari. Sekolah-sekolah tertentu juga mengatur gaya rambut siswa, alas kaki, tindikan, bahkan tas yang digunakan. Tetapi aturan-aturan khusus ini menjadi sedikit lebih santai di zaman modern.

Seragam Anak Perempuan, Serafuku

Kamu pasti banyak melihat dari anime atau drama Jepang ketika anak-anak perempuan memakai seragam sekolah seperti baju pelaut. Seragam tersebut adalah Serafuku (セーラー服). Seragam sekolah Jepang ini adalah gaya seragam umum yang dikenakan oleh siswa sekolah menengah perempuan, kadang-kadang oleh siswa sekolah menengah, dan bahkan jarang oleh siswa sekolah dasar. Seragam ini pertama kali diperkenalkan sebagai seragam sekolah pada tahun 1920 di Heian Jogakuin (平安女学院) dan 1921 oleh kepala sekolah Fukuoka Jo Gakuin University (福岡女院), Elizabeth Lee. 

Seragam biasanya terdiri dari blus dengan kerah gaya pelaut dan rok lipit. Dasi yang berbentuk pita diikat di bagian depan dan diikat melalui loop yang melekat pada blus. Meskipun seira fuku pada umumnya mengikuti desain yang serupa, kerah pita bisa bervariasi. Warna yang paling umum adalah biru tua, putih, abu-abu, dan hitam. Sepatu, kaus kaki, dan aksesori lainnya terkadang dimasukkan sebagai bagian dari seragam sekolah yang diatur. Kaus kaki biasanya berwarna biru tua atau putih, dan biasanya muncul cukup tinggi. Sepatu umumnya sepatu coklat atau hitam. Saat ini, seragam pelaut biasanya dikaitkan dengan sekolah menengah pertama, karena sebagian besar sekolah menengah telah mengadaptasi rok kotak-kotak atau blazer gaya Barat.

Seragam Sekolah Laki-Laki, Gakuran

Anak laki-laki Jepang di sebagian besar sekolah negeri dan swasta di Jepang juga mengenakan seragam yang unik. Sejauh ini, seragam yang paling umum untuk anak laki-laki adalah gakuran. Ini terdiri dari atasan dengan bahu persegi dengan kerah berdiri, lima kancing emas, dan celana hitam lurus. Warna seragam biasanya hitam, tetapi beberapa sekolah menggunakan warna biru tua.

The gakuran berasal dari seragam militer yang diperkenalkan ke Prusia pada tahun 1842. Seragam ini memiliki atasan kerah berdiri yang kancing turun dari atas ke bawah, dan celana lurus yang dikenakan dengan sabuk berwarna gelap. Sedangkan untuk sepatu, anak laki-laki biasanya memakai sepatu sen atau sepatu kets. Kancing-kancingnya, biasanya berwarna emas, biasanya didekorasi dengan lambang sekolah. Tombol kedua adalah yang paling dekat dengan hati, dan merupakan kebiasaan umum bagi anak laki-laki untuk memberikan tombol kedua dari atas seragamnya saat lulus ke perempuan yang dicintai. Praktek ini tampaknya dipopulerkan oleh sebuah adegan dalam novel karya Taijun Takeda.

Seragam Branded dengan Harga Selangit

Harga seragam sekolah sekarang ini sedang meningkat di Jepang, karena kenaikan tajam harga wol dan tren mode yang berubah di negara tetangga, Tiongkok. Di tengah kenaikan harga seragam ini, pada tahun 2018 Sekolah Dasar Taimei di distrik Ginza, Tokyo, mengeluarkan seragam baru yang dirancang oleh merek mewah Armani dari Italia yang tentunya hal ini memicu kegemparan di Jepang. Seragam baru untuk anak laki-laki dan perempuan masing-masing dilabeli seharga lebih dari 80.000 yen (setara dengan Rp 11.032.705, kurs 1 JPY = 137.91 tanggal 22/05/2020), termasuk juga aksesori yang disarankan seperti tas yang cocok.

Para orang tua di sekolah dasar negeri tidak sendirian mengeluh tentang kenaikan harga seragam sekolah di Jepang. Di negara yang telah berjuang dengan deflasi selama bertahun-tahun, harga seragam sekolah naik tajam, meskipun biasanya tidak setinggi harga sekolah di Ginza ini. Seragam sekolah Jepang rata-rata dibandrol dengan harga 32.000 yen hingga 33.000 yen pada Maret 2017. Menurut Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, harga ini mengalami kenaikan sekitar 18% dari satu dekade lalu.

Baca juga: Jenis Baju Tradisional Jepang Tidak Hanya Kimono. Kenali Perbedaannya!

Sekarang tidak lagi resah sendirian Komunitas tanya jawab tentang Jepang

Artikel terkait

Ainu, Suku Asli Jepang yang Bertahan di Tengah Intimidasi

Jepang dengan kecanggihan teknologinya, ternyata juga memiliki suku asli yang hidup sangat tradisional. Suku tersebut adalah Ainu, penduduk asli Jepang yang banyak bermukim di Hokkaido. Namun demikian...

Budaya

Mengenal Kisah Legendaris Urashima Taro dari jepang

Masyarakat Jepang memiliki begitu banyak cerita rakyat yang menarik untuk disimak. Salah satunya adalah Urashima Taro yang merupakan sebuah cerita populer di Jepang. Kisah ini bukan hanya sembarang ce...

Budaya

Mengenal Upacara Pemakaman dan 5 Makam Jepang Paling Poputer

Setiap negara pasti memiliki kepercayaan tertentu dalam hal melaksanakan pemakaman bagi orang yang meninggal. Kepercayaan tersebut akan menjadi tradisi yang dilaksanakan terus-menerus. Seperti di nege...

Budaya

Suasana Lebaran di Jepang Tahun 2022

Selamat hari raya idul fitri dan mohon maaf lahir dan batin untuk teman-teman pembaca WeXpats semua nya. Bagi yang mau tahu bahasa jepang nya lebaran atau hari raya idul fitri adalah “断食明けのお祭り(D...

Budaya Sejarah・Agama Halal Festival dan event

Puasa orang Indonesia di Jepang & jadwal puasa di jepang

Hai teman-teman yang sudah pernah berpuasa dijepang ataupun yang belum pernah berpuasa dijepang!! Pada penasaran gak puasa dijepang tuh gimana sih?? Kali ini kita cari tahu yuk bagaimana muslim indone...

Budaya Sejarah・Agama

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie