Berkenalan dengan Kabuki, Seni Teater Khas Jepang

WeXpats
2020/10/26

Negara Jepang memiliki banyak kebudayaan termasuk dari sisi hiburan dan kesenian. Beberapa kesenian dan hiburan tersebut, bahkan memiliki sejarah yang cukup panjang. Salah satu dari hiburan atau kesenian tersebut adalah Kabuki.

Pecinta budaya Jepang tentu tidak asing lagi dengan kata ini. Sama seperti kesenian lainnya, seni peran ini juga memiliki sejarah yang sangat panjang. Oleh karena itu, tidak heran jika sekarang ini seni peran ini begitu populer di Jepang. 

 

Daftar Isi

  1. Apa Itu Kabuki?
  2. Perjalanan dari Zaman Edo Hingga Sekarang
  3. Tempat Menonton
  4. Fakta Unik

Apa Itu Kabuki?

Kabuki adalah sebuah seni peran atau teater klasik dari Jepang. Seni peran ini umumnya dimainkan oleh sekelompok aktor yang memiliki riasan mencolok dan kostum yang mewah. Seni drama ini tidak hanya menampilkan riasan dan kostum yang terlihat berlebihan, bahkan akting dari aktornya pun berlebihan.

Hal ini bukan tanpa alasan. Biasanya dialog yang digunakan oleh para aktor seni peran ini menggunakan aksen bahasa Jepang kuno, sehingga sulit dipahami, bahkan oleh orang Jepang asli sekalipun. Melalui akting dan ekspresi yang berlebihan, para aktor dapat lebih mudah menyampaikan isi dari cerita yang dimainkan.

Oleh karena itulah, seni peran ini begitu unik baik menurut orang Jepang maupun di mata dunia. Jadi, tidak mengherankan jika UNESCO telah menetapkan seni peran ini sebagai salah satu Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Seni peran ini ditulis menggunakan tiga huruf kanji yakni uta (lagu), mai (tarian), dan ki (teknik). Namun, asal muasal dari penulisan seni ini memiliki beberapa versi. Sebuah pendapat mengatakan asal dari penulisan seni rupa ini berasal dari kata kabuku yang berarti berbeda, condong, miring, atau tidak sesuai pemikiran umum.

Hal ini didasarkan karena yang pertama kali mengenalkan seni ini adalah seorang pendeta atau miko dari kuil Izumo bernama Okuni. Pada saat itu, Okuni yang seorang gadis berpakaian seperti pria dan berperilaku yang tidak wajar.

Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan penulisan untuk seni peran ini, sehingga pada akhirnya seni peran ini ditulis menggunakan tiga karakter kanji yang menggambarkan isi dari seni ini.

Perjalanan dari Zaman Edo Hingga Sekarang

Kisah perjalanan seni peran ini dimulai sejak tahun 1603 di Kyoto. Pada saat itu, Izumo no Okuni membentuk kelompok penari dan pemain peran wanita. Kelompok tersebut terdiri dari wanita dengan berbagai macam latar belakang. Ketika tampil, kelompok wanita ini memerankan baik peran laki-laki atau perempuan dengan gaya parodi. 

Penampilan mereka dinilai cukup memukau terlebih dengan riasan dan kostum yang unik. Seni peran yang dikenalkan oleh Okuni pun menjadi populer di kalangan masyarakat dalam waktu singkat. Kepopuleran seni peran tersebut akhirnya sampai ke telinga Shogun, dan kelompok ini diminta untuk tampil di kastil Edo. 

Populernya seni peran ini tidak hanya disebabkan oleh keunikan riasan dan kostum, tema-tema cerita yang ditampilkan pun dinilai menggelitik. Ditambah lagi, sebagian pemain diketahui juga berprofesi di bidang prostitusi dan kerap memberikan layanan pada penonton. Hal ini memberikan keshogunan alasan untuk melarang wanita tampil. 

Namun, alasan sebenarnya dari pelarangan tampilnya wanita pada seni peran tersebut adalah karena keshogunan khawatir dengan popularitas seni tersebut. Setelah wanita dilarang tampil, remaja lelaki menggantikan peran wanita tersebut. Akan tetapi, mereka juga dilarang di kemudian hari. Akhirnya, hanya lelaki dewasa lah yang diperbolehkan menampilkan seni peran ini. 

Seni peran ini mencapai puncak kejayaannya di abad 18. Pada saat itu, struktur penampilan dan juga karakter telah ditetapkan. Tidak hanya itu, stigma yang sempat membayangi seni peran ini juga dihapus. Yang masih tersisa hanyalah riasan dan kostum yang unik dan mewah. 

Kabuki sempat mengalami pasang surut popularitas setelah abad ke-18. Meski sempat dilarang tampil, akhirnya seni peran ini kembali memperoleh tempatnya dan menjadi salah satu kesenian terhebat di Jepang. 

Tempat Menonton

Sebagai salah satu kesenian paling populer di Jepang, kabuki memiliki tempat atau studio khusus sebagai tempat penampilan. Ada beberapa studio yang bisa didatangi bagi penikmat seni peran ini,diantaranya:

1. Kabukiza Theatre

Bagi wisatawan internasional yang ingin menikmati pertunjukan, salah satu studio yang paling mudah dikunjungi adalah Teater Kabukiza. Studio ini terletak di distrik Ginza, Tokyo. Teater ini dibuka kembali setelah direnovasi pada tahun 2013. 

Hampir setiap hari studio ini menampilkan pertunjukan dengan tiket pertunjukan tunggal dan juga monitor yang menyediakan takarir dalam bahasa Inggris. Hal ini dilakukan untuk membantu wisatawan asing memahami pertunjukan seni peran tersebut. Ada dua cara mendapatkan tiket pertunjukan di Teater ini, yakni dengan datang langsung atau pemesanan secara daring. 

2. National Theatre

Teater Nasional terletak di Tokyo. Studio ini terdiri dari dua Aula yang digunakan untuk pentas kesenian. Teater Nasional biasanya menampilkan pertunjukan selama beberapa bulan dalam satu tahun. Di studio ini terdapat beberapa jenis pertunjukan seni selain kabuki, bunraku, tari tradisional buyo, dan kesenian tradisional lainnya. 

3. Minamiza Theatre

Selain Tokyo, studio yang menampilkan pertunjukan seni peran ini adalah Kyoto, lebih tepatnya di Teater Minamiza. Dalam setahun studio ini menampilkan beberapa kali pertunjukan. Satu pertunjukan biasanya ditampilkan dalam kurun waktu tiga hingga empat minggu. Untuk menyaksikan pertunjukan di studio ini, penonton harus memahami bahasa Jepang karena terjemahan dalam bahasa Inggris tidak selalu tersedia. 

4. Shochikuza Theatre 

Sama seperti Teater Minamiza, Teater Shochikuza, Osaka juga menampilkan beberapa judul pertunjukan. Durasinya pun berkisar antara tiga hingga empat minggu. 

5. Hakataza Teater sebelah 

Teater Hakataza terletak di sebelah stasiun Nakasu Kawabata, Fukuoka. Di studio ini beberapa judul pertunjukan ditampilkan dalam setahun dengan durasi tiga hingga empat minggu untuk setiap pertunjukan.

Fakta Unik

Sudah bukan rahasia lagi jika kabuki adalah seni yang memukau. Di balik pertunjukan seni peran ini, ternyata terdapat beberapa fakta yang menarik. 

Salah satu fakta menarik dari pertunjukan teater ini adalah mengenai aktor-aktornya. Dalam dunia seni peran ini, wanita tidak diperkenankan untuk mengambil peran. Dengan kata lain, semua pemeran dalam pertunjukan ini adalah pria. Aktor yang memerankan peran wanita disebut sebagai Onnagata

Meskipun sekarang seni teater ini diperankan oleh pria, nyatanya yang mengenalkan dan mempopulerkannya adalah seorang wanita bernama Okuni. Pada awal-awal munculnya, seni teater tidak dimainkan oleh pria melainkan oleh wanita. Karena larangan pemerintah, akhirnya wanita tidak mengambil peran dalam pertunjukan. 

Fakta menarik lainnya dari seni peran ini adalah mengenai riasan yang dipakai para aktor. Ketika menyaksikan pertunjukan seni peran ini, penonton dapat dengan mudah membedakan mana tokoh protagonis, antagonis, maupun hantu. Ini semua terjadi berkat riasan yang dipakai para aktor. 

Pemain protagonis biasanya akan memakai warna merah pada riasan wajahnya. Sementara antagonis akan memakai warna biru. Untuk pemeran hantu, penonton dapat mengetahuinya dari riasan garis coklat.

Kabuki merupakan salah satu kesenian tradisional Jepang yang hingga kini masih eksis. Pertunjukan seni ini biasanya digelar di studio teater yang ada berdasarkan jadwal yang ditentukan. Jadi, pastikan jadwal pertunjukan terlebih dahulu sebelum datang ke studio. 

Baca juga: Mengenal Aliran Lukisan Jepang, Para Maestro, dan Museum yang Harus Dikunjungi

Penulis

WeXpats
Di sini kami menyediakan artikel yang mencakup berbagai informasi yang berguna tentang kehidupan, pekerjaan, dan studi di Jepang hingga pesona dan kualitas Jepang yang menarik.

Sosial Media ソーシャルメディア

Kami berbagi berita terbaru tentang Jepang dalam 9bahasa.

  • English
  • 한국어
  • Tiếng Việt
  • မြန်မာဘာသာစကား
  • Bahasa Indonesia
  • 中文 (繁體)
  • Español
  • Português
  • ภาษาไทย
TOP/ Budaya Jepang/ Tradisi budaya Jepang/ Berkenalan dengan Kabuki, Seni Teater Khas Jepang

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie