24/11/2020

San? Kun? Chan? Memanggil Nama Orang Jepang Sesuai Level Keakraban dan Situasi

Pertama kali memperhatikan cara orang Jepang memanggil orang lain, kamu pasti bingung kenapa semua orang dipanggil -san? Kenapa di anime banyak menggunakan -chan dan -kun? Kenapa ada juga yang memanggil nama biasa? Memusingkan ya… Jadi, kamu tidak boleh asal-asalan panggil nama orang Jepang begitu saja! Kalau salah, bisa berabe!

Di Indonesia, kita punya sebutan Bapak, Ibu, Saudara, Tuan, Nyona, Nona, Mas, Mbak, Kakak, dan lain-lain. Tentu saja kita akan memikirkan kondisi, status, dan situasi sebelum menyematkan panggilan tersebut kan? Begitu juga dengan Jepang. Tidak cukup dengan Tuan dan Nyonya, ada cukup banyak cara untuk memanggil nama orang Jepang dengan berbagai pertimbangan. 

Aturan Nama Orang Jepang

Sebelum menuju bagaimana cara menggunakan panggilan dalam bahasa Jepang, penting untuk mengetahui cara menyebut nama orang Jepang. Umumnya, orang Jepang menulis atau menyebut nama keluarga/marga mereka di depan dan kemudian nama sendiri di belakang. Orang yang baru pertama kali bertemu, akan memanggil lawan bicaranya dengan nama keluarga. Contoh:

田中 太郎 (dibaca: Tanaka Tarou)

田中 (Tanaka)

Nama keluarga/marga

太郎 (Tarou)

Nama sendiri

Jika kamu baru bertemu seseorang, kemudian ia memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang dan menyebutkan nama lengkapnya “Tanaka Tarou desu”, berarti kamu harus memanggilnya dengan nama keluarganya yaitu “Tanaka-san”. 

Tapi, ada juga orang Jepang yang memperkenalkan dirinya ke orang asing dengan sebutan nama bahasa Inggris. Nama Jepang akan jadi terbalik posisinya ketika disebut dalam bahasa Inggris. Yang nama Jepangnya “Tanaka Tarou” menjadi “Tarou Tanaka”. Dengan begini, berarti posisi nama keluarga orang tersebut menjadi berada di belakang. 

Untuk pembelajar bahasa Jepang pemula, mungkin akan sulit untuk membedakan mana nama keluarga dan nama sendiri. Jika terasa bingung, jangan takut untuk bertanya mana nanya keluarganya ya!

Memanggil Nama Orang Jepang Secara Formal

Meskipun tidak terlalu kentara penggunaan panggilan formal di Indonesia, tapi kamu pasti menyadari bahwa ada cara tersendiri untuk memanggil orang yang pertama kita temui, orang yang lebih tua, tamu, pelanggan, dan lain-lain. Begitu juga di Jepang. Memanggil nama orang Jepang secara formal sangatlah penting apalagi di dunia bisnis. Jadi jangan sampai salah langkah dan malah jadi terkesan sok kenal ya!

San(~さん)

Memanggil nama orang Jepang dengan akhiran ~san adalah hal yang paling umum digunakan namun tetap menyatakan rasa hormat dan formal. Tapi kamu tidak perlu menambahkan sebutan ~san saat menyebut nama sendiri ya! Hanya digunakan untuk menghormati orang lain. Secara mudah, sebutan ini setara dengan saudara/saudari dalam bahasa Indonesia.

Apakah ~san hanya bisa digunakan setelah nama keluarga? Tidak kok. Kalau kamu sudah lebih dekat dengan orang tersebut dan yang bersangkutan sudah sepakat untuk dipanggil dengan nama sendiri, kamu tetap bisa menggunakan ~san setelah nama lawan bicara. Bukan hanya untuk nama orang Jepang, untuk kita yang orang asing pun menggunakan panggilan ini. Beberapa negara yang tidak punya nama keluarga, dipanggil dengan ~san setelah namanya. Misalnya, nama orang Indonesia seperti Ayu Putri, akan dipanggil Ayu~san.

Selain nama orang, untuk apa lagi ~san digunakan?

Cara memanggil nama orang Jepang yang paling umum dan formal casual dalam percakapan.

Biasa digunakan pada penyebutan anggota keluarga yang lebih tua darimu. Seperti Okaasan (ibu), Obasan (bibi), Otousan (ayah), Oniisan (kakak laki-laki), dan lain-lain.

Beberapa orang menggunakan ~san di belakang nama perusahaan atau grup untuk memberikan penyopanan (Toyota-san). 

Biasa digunakan untuk akhiran sebuah status pekerjaan. Seperti Ohanayasan (お花屋さん・Toko Bunga)、Panyasan(パン屋さん・Toko Roti)

Sama(~様)

Memanggil nama orang Jepang dengan akhiran ~sama berarti menaikkan satu level kesopanan kepada lawan bicara tersebut. Panggilan ini sudah digunakan sejak periode Muromachi (1336-1573) untuk digunakan memanggil nama orang secara formal. 

Panggilan ~sama sekarang banyak digunakan di dalam dunia bisnis, e-mail dan surat menyurat, pelanggan suatu perusahaan, atau pasien rumah sakit. Penggunaannya sama seperti ~san, hanya dengan menempelkan ~sama di belakang nama lawan bicara. Tanaka~san menjadi Tanaka~sama, Ayu~san menjadi Ayu~sama, Budi~san menjadi Budi~sama. 

Di pertokoan, restoran, atau bisnis dan servis, kata-kata “okyakusama” juga digunakan. Okyakusama, berasal dari kata “okyakusan” yang ditingkatkan keformalannya.

Shi(~氏)

Mengulik sejarah penggunaan panggilan ini harus menggunakan mesin waktu karena kita akan kembali ke masa Yayoi (300 SM – 300 M), ketika Jepang beralih dari masyarakat berburu dan meramu menjadi masyarakat pertanian.

Saat itu adalah masa  klan yang disebut 氏族 (しぞく) yang terdiri dari orang-orang yang terikat oleh darah, pernikahan, atau keturunan. Ini juga yang mereka menentukan siapa kamu. Di masa sekarang, tentu saja fungsinya sudah bergeser. Dulu, ~shi hanya digunakan untuk laki-laki, tapi sekarang digunakan juga pada perempuan. 

Shi digunakan untuk menjelaskan orang ketiga dalam bahasa tulis.

Shi digunakan setelah nama keluarga atau nama lengkap. 

Dalam percakapan, jarang orang menggunakan ~shi untuk memanggil nama orang Jepang, tapi beberapa otaku dan anak muda menggunakannya untuk seru-seruan. 

Orang Jepang juga menyebut pacar laki-laki dengan sebutan “kareshi” yang padahal, dulu sebelum tahun 1930 penyebutannya hanya “kare”. 

Memanggil Nama Orang Jepang yang Sudah Akrab

Tentunya, kamu juga punya orang-orang terdekat yang akrab dan bisa diajak bicara secara kasual. Kalau begitu, kamu bisa menggunakan panggilan-panggilan berikut ini!

Chan (~ちゃん)

Tidak ada asal-usul resmi dari panggilan ~chan, tapi pendapat populer yang berkembang di masyarakat, bahwa ~chan adalah baby talk dari ~san. Memang masuk akal sih, di negara manapun anak-anak pasti akan menciptakan bahasanya sendiri. Anak-anak di Jepang sering kesulitan mengucapkan sa-shi-su-se-so dan ta-chi-tsu-te-to sehingga bunyinya berubah menjadi sya-syu-sye-syo atau cha-chu-che-cho yang terdengar imut.

Yang perlu kamu ingat adalah, kamu tidak bisa memanggil nama orang Jepang seenaknya dengan panggilan ini. Orang-orang biasanya menggunakan ~chan untuk memanggil anak kecil, anggota keluarga, teman dekat, pacar, atau binatang peliharaan. Meskipun lebih sering digunakan oleh perempuan, tapi ~chan bisa digunakan untuk laki-laki juga. Kesannya lebih dekat, akrab, dan intimate. Makanya, kamu tidak disarankan memanggil bosmu dengan sebutan ~chan ya!

Kun(~くん・~君)

Huruf kanji 君 bisa dibaca “kimi” yang berarti “kamu”, dan juga “~kun”, panggilan yang sering kamu dengar di drama-drama romantis. Panggilan ~kun juga bisa digunakan kepada laki-laki maupun perempuan. Kun lebih kasual dibandingkan ~san. Jadi kamu tidak bisa menggunakan ~kun kepada seseorang yang lebih tua darimu atau kepada orang yang punya status lebih tinggi. Biasanya digunakan oleh orang yang berstatus lebih tinggi kepada yang berstatus lebih rendah, misalnya atasan ke bawahan, senior ke junior, atau yang setara seperti teman dekat.

Tan(~たん)

Dari mana datangnya panggilan ~tan ini? Ini sih, baby talk level dewa! Dari tingkatannya yang paling sopan, sama menjadi san, san menjadi chan, kemudian dari chan lahirlah ~tan! Sebutan ~tan paling sering digunakan di antara otaku untuk memanggil nama karakter. Atau gampangnya, kalau kamu merasa “gemas” dengan seseorang, daripada pakai ~chan, kamu bisa bisa pakai akhiran ~tan! Orang-orang yang pacaran juga banyak yang diam-diam menggunakan ~tan untuk memanggil pasangan mereka. Kok diam-diam? Soalnya kalau kamu gunakan ini di depan publik, bisa-bisa orang yang dengar jadi merinding karena geli. 

Panggilan Nama Orang Jepang yang Jarang Digunakan Namun Masih Eksis

Beberapa grup kecil atau daerah masih menggunakan panggilan ini meskipun sudah tidak umum digunakan. Beberapa juga masih digunakan secara situasional. Coba cek, apa kamu pernah dengar beberapa dari panggilan ini?

Yan (やん)

Panggilan super friendly yang diperkirakan berasal dari bagian Barat Jepang, namun sekarang hampir digunakan di seluruh Jepang. Evolusi dari panggilan ~san.

Rin(りん)

Rin juga merupakan panggilan yang sangat friendly yang biasa dilekatkan pada nama panggilan. Panggilan ini mulai populer di tahun 1980an ketika pop idol Nakayama Miho menggunakan nama panggung “Miporin”. Penggemar grup idol Twice juga menggunakan panggilan ini ke dua member Jepangnya sering dipanggil dengan panggilan ini, “Momorin” dan “Minarin”. Meskipun panggilan ini masih digunakan, tapi penggunaannya tidak sebanyak ~chan.

Fujin(夫人)

Mungkin sebutan ini tidak sering kamu dengar meskipun masih digunakan dalam situasi formal. Panggilan ini menunjukkan perempuan yang sedang atau pernah menikah dengan seseorang dengan status sosial yang tinggi. Misalnya istri dari mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, dipanggil Akie Fujin. 

Ingatkah kamu kalau presiden pertama Indonesia punya istri orang Jepang? Ya, istri dari presiden Soekarno, Ratna Sari Dewi Soekarno (nama asli: Naoko Nemoto), yang sekarang masih eksis di dunia hiburan Jepang dikenal sebagai Dewi Fujin. 

Baca juga: Wasei Eigo: Lucunya Bahasa Inggris Hasil Buatan Orang Jepang

Sekarang tidak lagi resah sendirian Komunitas tanya jawab tentang Jepang

Artikel terkait

Keunikan Grammar dalam Bahasa Jepang

Beragamnya bahasa-bahasa di dunia dan keunikannya, membuat tantangan tersendiri untuk dipelajari. Salah satunya adalah Bahasa Jepang yang memang unik dari segala lini. Mulai dari jenis tulisan, cara m...

Bahasa Jepang

Doubutsu, Nama-Nama Hewan Dalam Bahasa Jepang dan Cara Menghafalnya

Belajar bahasa Jepang dapat dimulai dengan mengenal nama nama hewan yang berlaku di negara tersebut. Aktivitas ini berkaitan langsung dengan istilah Doubutsu yang penting untuk dipelajari. Sebab, seri...

Bahasa Jepang

Perdalam Pengetahuan Kosakata Bahasa Jepang untuk Pemula

Sebelum menjadwalkan rencana liburan ke Jepang, satu hal yang patut disiapkan yaitu pemahaman mengenai kosakata bahasa Jepang dasar. Terutama yang sering digunakan saat berkomunikasi. Tujuannya tentu ...

Bahasa Jepang

Wakamono Kotoba, Bahasa Gaul Jepang yang Dapat Diterapkan Sehari-Hari

Bukan hanya di Indonesia saja, bahasa gaul juga kerap kali ditemukan dalam percakapan antar remaja Jepang. Kosakata ini dikenal dengan sebutan Wakamono Kotoba. Meskipun sifatnya non formal, pemahaman ...

Bahasa Jepang

Nama Binatang Unik di Jepang yang Jarang Diketahui oleh Para Wisatawan

Jepang merupakan negara yang tidak hanya memiliki banyak keindahan alam namun juga satwa yang beragam. Selain anjing, Jepang juga memiliki banyak hewan unik yang mungkin tidak pernah diketahui oleh pa...

Bahasa Jepang

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie