Onomatope Bahasa Jepang. Ekspresi yang Terinspirasi dari Bunyi-Bunyian

Rara
2023/02/06

Tidak semua ekspresi dan suatu keadaan dapat diekspresikan dengan kata-kata. Dengan begitu, seseorang harus menirukan sebuah bunyi atau menciptakan suara tertentu. Dalam bahasa Jepang, ini disebut dengan “onomatope”. Kata-kata ini secara khusus tidak ada dalam kamus namun tetap memiliki makna. Contohnya banyak ditemukan pada anime menjadi dialog antartokoh di dalamnya.

Sebenarnya onomatope tidak hanya dalam bahasa Jepang. Beberapa bahasa lainnya ada juga yang memiliki hal serupa. Gunanya tentu saja memudahkan siapapun dalam berkomunikasi. Hanya saja perlu diingat, lawan bicaranya pun harus memahami maksud si penutur. Kalau tidak, pasti akan kebingungan karena kata-kata tiruan ini muncul dari kebiasaan atau kebudayaan sekitar.

Daftar Isi

  1. Apa Itu Onomatope?

  2. Kategori Onomatope Bahasa Jepang

  3. Contoh-Contoh Onomatope Bahasa Jepang yang Umum Digunakan

  4. Selain Kata Keterangan, Inilah Fungsi Onomatope Bahasa Jepang

Apa Itu Onomatope?

Apa Itu Onomatope?

Onomatope bahasa Jepang atau dikenal juga dengan “onomatopoeia” adalah kata tiruan dari bunyi suatu benda atau hewan, kata keterangan suatu keadaan, atau bunyi dari aktivitas tertentu. Misalnya, “miaw” adalah tiruan untuk suara kucing, “kokok” untuk tiruan suara ayam, dan sebagainya. Orang Jepang menggunakan kata-kata tiruan bukan untuk terkesan manja, namun memudahkan percakapan agar masuk ke dalam konteksnya.

Biasanya kata-kata tiruan ini terdiri dari kata ganda atau pengulangan. Pelafalannya cukup unik, yakni kata kedua yang diulang diucapkan dengan volume lebih rendah. Contohnya, kata “pikapika” digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang berkilau-kilau, kata “barabara” untuk mengekspresikan perasaan yang biasa-biasa saja apabila ditanya soal kabar, dan masih banyak lagi.

Ada juga kata-kata tiruan yang tidak diulang, seperti “shin” untuk menggambarkan suasana yang hening, “nyan” berarti kucing, “don” berupa panggilan “bang” jika dalam bahasa Indonesia, dan lainnya. Tak jarang orang Jepang mengarang sendiri kata tiruannya ini. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan kebiasaan orang-orang sekitarnya agar dapat menangkap maksud yang disampaikan.

Jika penasaran dan ingin mengetahui lebih jelas silakan baca juga Onomatope Adalah Induk dari Kosakata Bahasa Jepang untuk Efek Suara yang Sering Kamu Lihat di Komik.

Kategori Onomatope Bahasa Jepang

Jumlah kata tiruan dalam bahasa Jepang ada ribuan. Bisa dibilang bahasa Jepang termasuk bahasa yang memiliki kata tiruan terbanyak dibandingkan bahasa lainnya. Secara umum, ada 3 golongan onomatope, yaitu giseigo, giongo, dan gitaigo. Namun untuk lebih jelasnya, simak poin-poin di bawah ini:

1. Giseigo

Giseigo merupakan kata tiruan yang mengekspresikan suara makhluk hidup, seperti suara hewan, teriakan manusia, dan sejenisnya. Dalam penulisannya, kata-kata giseigo ditulis dengan aksara katakana. Beberapa contoh dari giseigo adalah:

  • 「カーカーカー」“Kaakaakaa” - suara burung gagak.

  • 「ゲロゲロ」“Gero-gero” – suara kodok.

  • 「ピヨピヨ」“Piyo-piyo” – suara anak ayam.

  • 「ブーブー」“Buu-buu” – suara babi.

  • 「コケコッコー」“Kokekokko” – suara ayam jantan (sejenis “kukuruyuk”).

  • 「キャー」“Kyaa”- suara teriakan manusia.

  • 「ワンワン」"Wanwan" - suara anjing.

  • 「ケロケロ」"Kerokero" - suara kodok.

2. Giongo

Giongo adalah kata tiruan dari bunyi yang dikeluarkan oleh benda mati, contohnya seperti suara air, hembusan angin, dan sebagainya. Sama seperti giseigo, untuk menulis ekspresi giongo menggunakan aksara katakana. Di bawah ini contoh-contoh dari giongo:

  • 「ザザー」“Zazaa” – suara angin berhembus.

  • 「ザーザー」“Zaa zaa” – suara hujan deras.

  • 「グツグツ」“Gutsu gutsu” – suara gelembung di air mendidih.

  • 「ガンガン」“Gan gan” – suara lonceng besar.

  • 「キンコンカンコン」“Kinkonkankon” – suara bel sekolah.

  • 「ドカンッ」"Dokan" - suara ledakan.

  • 「ドンドン」"Dondon" - suara pukulan terus menerus.

3. Gitaigo

Gitaigo merupakan kata-kata yang mengungkapkan sebuah keadaan. Beberapa orang ada yang keliru memahami gitaigo dengan giongo sebab maksudnya memang mirip. Namun sebenarnya antara gitaigo dan giongo itu berbeda. Gitaigo adalah kata-kata yang menggambarkan keadaan, kondisi, atau perilaku dari luar, terasa oleh indra manusia selain pendengaran. Selain itu, penulisannya pun menggunakan aksara hiragana. Perhatikan contohnya di bawah ini:

  • 「カチカチ」”Kachikachi” – apabila sesuatu bergerak secara berkala dengan ritme yang teratur (detak).

  • 「シーン」”Shin” – suatu keadaan yang sepi.

  • 「グルグル」”Guruguru” – berputar-putar.

  • 「ボロボロ」”Boro-boro” – kondisi compang-camping.

  • 「ビショビショ」”Bisho-bisho” – kondisi basah kuyup.

  • 「ピカピカ」”Pika-pika” - kilau kilau

4. Giyougo

Giyougo sebenarnya bagian dari gitaigo. Kata tiruan ini mengekspresikan keadaan tingkah laku makhluk hidup atau bisa juga untuk menggambarkan aktivitas manusia . Contohnya adalah:

  • 「ポンッ」"Pon" - orang Jepang menggunakannya saat ada aktivitas tepukan, khususnya untuk tepukan yang dilakukan pada bahu seseorang.

  • 「ニヤニヤ」“Niyaniya” – ekspresi saat seseorang tersenyum miris.

5. Gijougo

Gijougo juga bagian dari gitaigo. Fungsinya adalah untuk menirukan perasaan manusia atau keadaan psikologis seseorang. Contohnya adalah:

  • 「ドキドキ」“Dokidoki” – perasaan yang berdebar-debar.

  • 「ハラハラ」“Hara-hara” – gugup

  • 「イライラ」“Ira-ira” – stress atau frustasi.

Baca juga >> Sering Muncul di Anime dan Manga, Apa Arti Daijoubu Sebenarnya?

Contoh-Contoh Onomatope Bahasa Jepang yang Umum Digunakan

Contoh-Contoh Onomatope Bahasa Jepang yang Umum Digunakan

Ada begitu banyak onomatope dalam bahasa Jepang. Beberapa contoh yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari telah disebutkan di atas. Buat yang masih bingung penggunaannya, simak beberapa contoh penggunaan kata-kata tiruan tersebut dalam kalimat sesuai konteksnya di bawah ini:

1. Bunyi Benda

Contoh kalimat yang menggunakan kata tiruan untuk sebuah benda:

・「チョキチョキと紙を切ります」
 (Chokichoki to kami wo kirimasu)
 “Kalau mendengar suara gunting rasanya semakin linu”
 *Kata “chokichoki” menggambarkan suara gunting.

・「風でドアがガタガタし始めた」
 (Kaze de doa ga gatagata shihajimeta)
  ”Pintunya bergerak-gerak karena angin”
  *Kata “gatagata” menggambarkan suara pintu yang bergerak-gerak.

2. Suara Hewan

Suara hewan paling banyak ditirukan dalam percakapan, berikut adalah contoh-contoh kalimatnya:

・「ワンワンという声は、隣の家が買っている犬だよ」
 (Wanwan to iu koe wa, tonarino ie ga katteru inu dayo)
 “Suara gukguk tadi itu, suara anjing yang dipelihara dirumah sebelah).”
 *Kata “wan wan” menggambarkan suara anjing menggonggong.

・「牛の鳴き声は、モーモーです」
 (Ushi no nakigoe wa mou mou desu)
 “Suara sapinya moo moo”
 *Kata “mou mou” menggambarkan suara sapi.

・「今日の朝、ニワトリがずっとコケコッコーと鳴いていた」
 (Kyo no asa, ondori wa zutto kokekokko tte naiteita)
 “Suara ayam jago itu berkokok sepanjang pagi”
 *Kata “kokekokko” menggambarkan ayam jago yang berkokok.

3. Suara Kondisi atau Suasana

Simak contoh kalimat di bawah ini untuk kata tiruan yang menggambarkan sebuah suasana:

・「雨が夜までザーザーです」
 (Ame ga yoru made zaa zaa desu)
 “Hujannya deras sekali sampai malam hari”
 *Kata “zaa zaa” menggambarkan suasana hujan yang deras.

・「星がキラキラしていて綺麗だね」
 (Sugoi ne ano hoshi. Kirakira shimashita)
 “Luar biasa bintang itu. Sinarnya berkelap-kelip”
 *Kata ”kirakira” menggambarkan sinar bintang yang berkelap-kelip.

4. Efek Suara Orang

Di bawah ini adalah contoh kalimat yang menirukan suara manusia:

・「ゲラゲラ笑い過ぎて、お腹が痛くなった」
 (Geragera warai sugite, onaka ga itaku natta)
 “Karena tertawa terbahak-bahak, perutku sampai sakit”
 *Kata “geragera” menirukan suara tawa orang yang terbahak-bahak.

・「リョウコちゃんがずっとシクシク鳴いている」
 (Ryoko chan ga zutto shiku shiku naiteru)
 “Ryoko menangis terisak-isak terus”
 *Kata “shiku shiku” menggambarkan efek suara seseorang yang menangis tersedu-sedu.

5. Ekspresi Perasaan atau Aktivitas

Apabila sulit untuk mengekspresikan perasaan yang sedang dialami atau menunjukkan suatu aktivitas tertentu, bisa menggunakan kata-kata tiruan seperti contoh di bawah ini:

・「心がふわふわする」
 (Kokoro ga fuwa fuwa suru”
 “Perasaanku sedang melayang-layang”
 *Kata “fuwa fuwa” menggambarkan perasaan yang sedang mengawang-awang.

・「にこにこしながら話をする」
 (Nikoniko shinagara hanashi o suru)
 “Berbicara sambil tersenyum-senyum”
 *Kata “nikoniko” menggambarkan ekspresi seseorang yang wajahnya berseri-seri.

Baca juga >> Mengenal Angka dalam Bahasa Jepang dan Cara Menghitungnya

Selain Kata Keterangan, Inilah Fungsi Onomatope Bahasa Jepang

Selain Kata Keterangan, Inilah Fungsi Onomatope Bahasa Jepang

Jika memperhatikan contoh-contoh kalimat di atas, maka dapat dipahami kalau kata-kata tiruan tersebut berfungsi sebagai kata keterangan atau penegas dari sebuah kondisi. Namun kata-kata tiruan bisa juga berfungsi sebagai kata kerja, sifat, serta benda. Perhatikan contoh-contohnya pada poin-poin berikut:

1. Kata Kerja

Apabila diberi imbuhan “suru”, maka kata tiruan yang diucapkan menjadi sebuah kata kerja. Umumnya, kata tiruan dari kelompok gitaigo yang berubah menjadi kata kerja sehingga maknanya menjadi “merasa” atau “melakukan”.

Onomatope + する(Suru)

 contohnya:

・「ハラハラする」”Hara-hara suru”, artinya merasa gelisah.
   ハラハラ (Harahara) + する (Suru) → ハラハラする (Harahara suru)
    Kegelisahan  +  merasa  → Merasa gelisah

・「ネバネバする」“Neba-neba suru” artinya merasa lengket-lengket.
   ネバネバ (Nebaneba) + する (Suru) → ネバネバする (Nebaneba suru)
   Lengket-lengket + Merasa → Merasa Lengket-lengket

・「ドキドキする」”Doki-doki suru” artinya merasa berdebar-debar.
   ドキドキ (Dokidoki) + する (Suru) → ドキドキする (Dokidoki suru)
   Berdebar-debar + Merasa → Merasa Berdebar-debar

・「ホッとする」“Hotto suru” artinya merasa lega.
   ホッと (Hotto) + する (Suru) → ホッとする (Hotto suru)
   Lega + Merasa → Merasa lega

2. Kata Sifat

Kata tiruan yang mendapat imbuhan “no”, maka akan berubah menjadi kata sifat. Fungsinya untuk menerangkan keadaan suatu benda. Bisa juga ditempatkan sebagai predikat sehingga akan menjelaskan subjek yang mengiringinya. Namun perlu diingat, tidak semua kata tiruan dapat diubah menjadi kata sifat. 

Onomatope + の(No)+ Kata benda

Berikut adalah contohnya:

・「ボロボロの服」“Boro-boro no fuku” artinya pakaian yang compang-camping.
   ボロボロ(Boroboro)+ の(No)+ 服(Fuku)→ ボロボロの服(Boro-boro no fuku)
   Compang-camping + Yang + Pakaian → Pakaian yang Compang-camping

・「ピカピカの床」“Pika-pika no yuka” artinya lantai yang mengkilap.
   ピカピカ(Pikapika)+ の(No)+ 床(Yuka) → ピカピカの床(Pikapika no yuka)
   Berkilap-kilap + Yang + Lantai → Lantai yang berkilap-kilap

・「ダボダボのズボン」“Dabodabo no zubon” artinya celananya kelonggaran.
   ダボダボ(Dabodabo)+ の(No)+ ズボン(Zubon)→ ダボダボのズボン(Dabodabo no zubon)
   Kelonggaran + Nya + Celana → Celananya kelonggaran

3. Kata Benda

Untuk kata tiruan yang berfungsi sebagai kata benda, bisa dilihat pada contoh kalimat berikut:

  • ドキドキが止まりません」
    “Doki-doki ga tomari-masen”
    artinya deburannya tidak berhenti-henti.

  • 「大学入試の結果発表日、はらはらしながら結果を待っていた」
    “Daigaku Nyuushi no Kekka happyoubi, Hara-hara shinagara kekka wo matteita”
    artinya Merasa gelisah di hari pemberitahuan hasil ujian untuk masuk kuliah.

Umumnya, onomatope dapat diucapkan tanpa menggunakan partikel apapun sehingga berfungsi sebagai kata keterangan. Namun jika ingin mengubah fungsinya menjadi hal lain, maka ikuti aturan yang sudah dijelaskan di atas. Semuanya tergantung pada perasaan yang ingin disampaikan seseorang. Semakin banyak bentuk kata tiruan yang diketahui, maka akan semakin mudah untuk mengekspresikan sesuatu dalam percakapan.

Baca juga: Kata Keterangan dalam Bahasa Jepang

Penulis

Rara
Halo! Semoga artikel yang rara bikin bermanfaat untuk kalian semua nyaa.

Sosial Media ソーシャルメディア

Kami berbagi berita terbaru tentang Jepang dalam 9bahasa.

  • English
  • 한국어
  • Tiếng Việt
  • မြန်မာဘာသာစကား
  • Bahasa Indonesia
  • 中文 (繁體)
  • Español
  • Português
  • ภาษาไทย
TOP/ Belajar Bahasa Jepang/ Cara belajar bahasa jepang/ Onomatope Bahasa Jepang. Ekspresi yang Terinspirasi dari Bunyi-Bunyian

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie