Mengenal Karate Seni Bela Diri Jepang yang Ditandingkan Secara Internasional

WeXpats
2021/04/19

Kehidupan masyarakat Jepang tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan Tiongkok. Banyak hal baru yang dilahirkan akibat pertemuan dua kebudayaan tersebut. Tiongkok begitu mempengaruhi kemunculan karate. Sebagai seni bela diri yang terkenal, nama karate berawal dari kata tote dalam bahasa Tiongkok. Namun, disesuaikan dengan kebudayaan orang sekitar.

Di saat yang bersamaan, seluruh warga sedang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Adapun jika diartikan secara harfiah, kata karate sesuai dengan prakteknya, yakni tanpa menggunakan alat alias tangan kosong. Memang seseorang hanya mengandalkan tangannya tanpa bantuan apapun. Kalau dirinci, kata kata berarti “kosong” dan te berarti “tangan”.

Daftar Isi

  1. Karate Ternyata Lahir di Okinawa?
  2. Aliran Utama Karate yang Mendunia
  3. Teknik-Teknik Karate
  4. Peralatan yang Digunakan dalam Latihan Karate

Karate Ternyata Lahir di Okinawa?

Okinawa diyakini tempat awal kemunculan karate. Pada abad ke-14, ada seorang guru Budha melakukan meditasi dan menciptakan bela diri Shorinji Kempo. Sebagai wilayah yang intens berhubungan dengan Tiongkok, Okinawa mendapat pengaruh besar. Salah satunya adalah diperkenalkannya seni bela diri ini.

Adalah Matsumara Shukon, seseorang yang mempopulerkan karate di abad ke-19 di Jepang. Perkembangannya juga didukung dengan orang-orang yang pulang dari Tiongkok dan mengajarkan dasar bela diri tersebut ke orang-orang Jepang. Faktor penyebaran lainnya adalah larangan kepemilikan senjata pada tahun 1477, serta aturan tersebut diaplikasikan juga di kalangan pendekar pada tahun 1608.

Itulah sebabnya kalangan pendekar mendalami karate. Lama kelamaan, kalangan pedagang hingga bangsawan pun ikut mempelajarinya. Gichin Funakoshi menjadi orang pertama yang mendemokan karate di Butokukai pada tahun 1916. Selanjutnya, ia mendapat undangan untuk melakukan hal yang serupa di istana Shuri. Sejak saat itu, mulai bermunculan kelompok-kelompok kecil di tingkat sekolah dan perguruan tinggi.

Aliran Utama Karate yang Mendunia

Ada sebuah organisasi di Jepang yang membawahi klub-klub karate sedunia dan juga untuk aliran tradisional. Keduanya dinaungi oleh federasi yang berbeda. Seiring dengan perkembangannya, karate pun memiliki berbagai macam aliran. Berikut adalah empat aliran yang populer:

1.Shotokan-Ryu

Pertama kali diperkenalkan kira-kira pada tahun 1910 hingga 1920-an. Tokohnya adalah yakni sepasang bapak dan anak Funakoshi. Mereka menyebarkannya ke berbagai universitas, terutama Gigo (Sang Anak) yang giat melakukan demonstrasi di mana-mana. Konsep pegangannya adalah ichigeki hissatsu, yaitu membunuh lawan hanya dengan satu gerakan. Seseorang harus mampu mempertahankan kuda-kudanya dan melakukan tangkisan keras. Gerakannya cenderung frontal dan tak ragu bertemu kontak dengan lawan.

2.Goju-Ryu

Miyagi adalah orang yang menciptakan goju-ryu. Awalnya masih berupa goju, namun ia membuat beberapa kombinasi teknik hingga lahirlah konsep yang dikenal seperti sekarang. Pada dasarnya, aliran goju-ryu memadukan gerakan keras dan lembut. Saat seseorang menerima serangan, ia pun langsung memberikan balasan. Selain berfokus pada serangan balik, Ciri khas lainnya adalah teknik sanchin dan jarak antar orang saat pertandingan cukup rapat.

3.Wado-Ryu

Muncul pertama kali tahun 1934 oleh Hironori Otsuka. Ia menciptakan teknik-teknik baru gabungan antara jujutsu dan karate Funakoshi. Namun setelah sepeninggal Hironori, alirannya terpecah menjadi tiga kelompok. Seperti seni bela diri jujutsu. Tenaga seseorang tidak digunakan secara langsung, melainkan lewat tangkisan yang lembut namun pasti. Gerakan lain yang harus dikuasai adalah gerakan kaki menyapu, jurus mengunci, dan lemparan.

4.Shito-Ryu

Kenwa Mabuni menciptakan shito-ryu pada tahun 1934. Ciri khasnya adalah jumlah KATA sekitar 40 buah. Umumnya, aliran lain hanya KATA 10 - 25 saja. Dalam praktiknya, karate aliran shito-ryu cukup fleksibel. Apabila kondisinya memungkinkan dilakukan jarak rapat, maka bisa dilakukan seperti aliran goju-ryu. Namun, kalau bisa melancarkan gerakan-gerakan frontal, pertandingan akan serupa layaknya aliran shotokan-ryu.

Teknik-Teknik Karate

Seluruh teknik diajarkan satu per satu. Level tertinggi dari seni bela diri karate adalah sabuk hitam di mana seseorang dianggap telah menguasai semua teknik. Sebagai pemula, tak mungkin langsung mahir sekaligus. Simak teknik-teknik yang diajarkan dari awal hingga ke tingkat akhir:

1. Kihon

Sebelum mempelajari teknik lainnya, kihon harus bisa dulu. Ini adalah basic untuk tendangan dan pukulan. Ketika naik ke tingkat lanjut, gerakan tambahannya adalah membanting. Seseorang dengan sabuk hitam pasti menguasai seluruh gerakan kihon sebab teknik ini dipakai sepanjang melakukan karate.

2. Kata

Di sinilah seseorang mendalami filosofi karate. Gerakan dan teknik bernapas berbeda-beda di setiap aliran. Oleh sebab itu, seseorang harus menghafal sebutannya dan mengingat gerakannya supaya tidak tertukar. Hal ini disebut bunkai, yaitu bentuk gerakan dasar setiap kata.

3. Kumite

Teknik kumite berarti pertemuan tangan. Mulai diajarkan kepada pada sabuk biru dan dilanjutkan ke tingkat di atasnya. Tapi, kini, beberapa perguruan mulai memperkenalkannya sejak sabuk kuning. Pada aliran tertentu, gerakan kumite dilakukan sepenuh tenaga, khususnya ketika bertanding.

4. Dachi

Ini adalah kuda-kuda saat seseorang melakukan karate yang mana menjadi tumpuan. Tumpuan tersebut tak hanya berfungsi sebagai pertahanan, tetapi juga kekuatan saat akan melakukan gerakan lainnya. Seseorang tidak akan menghasilkan serangan dan pertahanan yang baik apabila belum menguasai dachi dengan tepat. Ada banyak jenis dachi sesuai dengan arah tumpuan tubuhnya.

5. Zuki

Teknik gerakan zuki yang benar akan menghasilkan pukulan serangan tepat pada lawan. Setiap pukulan ke area tertentu memiliki sebutannya sendiri. Selain itu, nama-nama pada zuki pun berdasarkan gerakan yang menyertainya, seperti serangan pukulan yang dikombinasikan dengan dorongan disebut morote-zuki.

6. Geri

Gerakan tendangan untuk menyerang lawan disebut geri. Gerakan tendangan diajarkan sejak pemula sampai tingkat lanjut. Seseorang mengandalkan tendangan saat sedang bertanding karate sebab ini bisa jadi cara untuk melumpuhkan lawan. Ada banyak nama gerakan geri yang disesuaikan berdasarkan arah tendangan serta bagian kaki mana yang digunakan untuk menyerang.

7. Uke

Gerakan menangkis serangan lawan dikenal dengan sebutan uke. Gerakan ini dibutuhkan khususnya dalam pertandingan. Saat melakukan uke, seseorang harus memperhatikan posisi kuda-kudanya karena letak badan setidaknya segaris dengan arah pondasi kaki. Sama seperti gerakan lainnya, uke pun memiliki banyak sebutan sesuai tujuan tangkisannya.

Peralatan yang Digunakan dalam Latihan Karate

Awalnya karate diciptakan sebagai bentuk pertahanan diri. Dalam perkembangannya, seni bela diri ini mulai dipertandingkan dan dijadikan kompetisi. Namun, apapun kegiatannya, baik saat latihan maupun bertanding, seseorang tetap harus memperhatikan keselamatan. Oleh sebab itu, mereka menggunakan peralatan pengaman sebagai berikut:

1. Body Protector

Seseorang yang melakukan karate menggunakan dogi atau baju karate. Untuk perlindungan lebih, mereka mengenakan body protector agar terhindar dari bahaya benturan dan suhu yang terlalu dingin atau panas. Beratnya ringan sehingga tidak menyulitkan seseorang untuk bergerak. Meskipun tidak wajib dipakai saat berlatih, namun body protector harus digunakan dalam pertandingan.

2. Face Mask

Face mask adalah alat pelindung kepala yang bentuknya menyerupai helm. Gunanya tentu saja melindungi area wajah dan kepala. Face mask terbuat dari bahan khusus yang tahan terhadap cuaca ekstrem dan tegangan. Jadi seseorang bisa dengan nyaman melakukan serangan dan fokus pada pertahanan diri meskipun kepalanya ditutupi.

3. Shin Guard

Ini adalah alat pelindung pelengkap untuk bagian tulang kering. Bentuknya seperti sepatu dan tidak semua orang memakainya. Tapi sebenarnya shin guard dibutuhkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain menghindari dari bahaya benturan, shin guard juga meminimalisir resiko dari tergelincir serta tertusuk.

4. Hand Protector

Mirip seperti shin guard hanya saja hand protector dikenakan di bagian tangan. Fungsinya untuk melindungi tangan dari benturan dan resiko-resiko lainnya. Bentuknya sarung tangan sehingga area yang di-cover adalah bagian pergelangan, jari-jari tangan, dan sekitarnya.

5. Gum Shield

Pelindung gigi dikenal juga dengan gumshield. Seni bela diri karate memungkinkan seseorang mendapat benturan di bagian mulut yang akan menghantam giginya. Hal ini sangat membahayakan sehingga dalam pertandingan seseorang harus mengenakan gumshield.

Karate bukanlah sekedar seni bela diri, melainkan ada nilai-nilai ksatria di dalamnya. Di mana seseorang harus menguasai dirinya sebab beda diri ini tidak menggunakan alat apapun. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali diri sendiri. Dalam melakukan penyerangan, tujuan karate bukanlah melukai. Di sini lah perlu dipahami bahwa karate pun melatih seseorang untuk tetap menjaga lawannya.

Baca juga: Gak Cuma JPOP, Begini Tren Musik Hiphop di Jepang

Penulis

WeXpats
Di sini kami menyediakan artikel yang mencakup berbagai informasi yang berguna tentang kehidupan, pekerjaan, dan studi di Jepang hingga pesona dan kualitas Jepang yang menarik.

Sosial Media ソーシャルメディア

Kami berbagi berita terbaru tentang Jepang dalam 9bahasa.

  • English
  • 한국어
  • Tiếng Việt
  • မြန်မာဘာသာစကား
  • Bahasa Indonesia
  • 中文 (繁體)
  • Español
  • Português
  • ภาษาไทย
TOP/ Budaya Jepang/ Olahraga di Jepang/ Mengenal Karate Seni Bela Diri Jepang yang Ditandingkan Secara Internasional

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie