09/04/2021

Warga Negara Asing Kesulitan Saat Pandemi? Apa yang Harus Kamu Lakukan Jika Tertular COVID-19 di Jepang?

Berulang kali pemerintah Jepang mengumumkan status darurat COVID-19, berulang kali juga kebijakan tersebut dicabut lebih cepat atau diperpanjang karena jumlah warga yang terinfeksi tak kunjung berkurang. Bagian terburuknya kalau-kalau ternyata kamu merasakan gejala pandemi ini, apa yang pertama kali harus kamu lakukan? Jangan panik!

Gejala Umum Pandemi COVID-19

Ada banyak gejala yang mengindikasikan virus corona telah masuk ke tubuh seseorang, namun gejala yang muncul pada setiap orang pun berbeda-beda. Kamu harus bergerak cepat jika tahu bahwa gejala yang kamu rasakan bisa saja gejala berat dari COVID-19. 

  1. Nafas terasa pendek: sesak nafas bisa jadi salah satu gejala berat dari corona. Apalagi jika terasa rasa sakit atau tekanan di dada secara terus menerus, bibir ataupun wajah berubah pucat atau kebiruan sebagai tanda kurangnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh.

  2. Demam: seperti kebanyakan virus lainya, demam jadi salah satu  gejala yang harus diwaspadai. Demam yang terlalu tinggi juga bisa mengakibatkan halusinasi

  3. Batuk kering: batuk terasa gatal dan rasa tidak nyaman di dada.

  4. Otot badan sakit dan menggigil. Merasa kelelahan dan merasakan kantuk lebih dari biasanya.

  5. Sakit kepala, hidung tersumbat, sakit tenggorokan: Jika sakit kepala tidak kunjung hilang sehari setelah kamu minum obat sakit kepala, kamu patut curiga.

  6. Kehilangan kemampuan mencium bau dan merasakan rasa makanan. Ini merupakan gejala umum yang banyak dirasakan penderita COVID-19.

  7. Mual, muntah hingga gangguan pencernaan seperti diare.

Saya Merasakan Gejala. Apa yang Harus Saya Lakukan?

Jangan panik! Jika kamu merasakan beberapa gejala di atas, ada baiknya segera konsultasi ke klinik atau langsung lakukan PCR. 

  1. Pertama, ukur suhu tubuh dan jika bisa catat suhu tubuh di pagi hari dan malam hari. Ini memudahkan dokter atau perawat dalam menganalisa perkembangan kondisi tubuhmu sebelum konsultasi.

  2. Segera periksa ke klinik terdekat. Atau jika kamu sudah yakin dengan gejala yang kamu rasakan, kamu bisa langsung tes PCR di banyak klinik yang tersedia. Harga dan seberapa cepat hasil keluar pun berbeda tergantung kliniknya. Silakan sesuaikan dengan kebutuhan dan keuanganmu.

Di Mana Saya Bisa Melakukan PCR? Bagaimana Caranya? 

Ada banyak klinik untuk melakukan tes PCR. Ada yang menggunakan tes air liur atau swab dengan harga beragam mulai dari 2000 yen hingga 35000 yen. Biasanya semua klinik menyediakan pilihan untuk tes di tempat atau pengiriman kit saliva untuk tes PCR dari rumah. Ada juga pilihan hasil tes pada hari yang sama, namun kamu harus membayar sejumlah biaya tambahan. Jika membutuhkan sertifikat yang menyatakan kamu negatif seperti untuk kebutuhan perjalanan ke luar negeri, kamu juga harus membayar sejumlah uang tambahan. Kira-kita sekitar 5500 yen untuk satu kopi sertifikatnya. 

Daftar Klinik PCR di Tokyo

Smart Amp Station : https://smartampstation.dnaform.jp/

Nishitan Clinic : https://pcr.nishitanclinic.jp/en/

Ebisu Clinic : https://ebisu.clinic.or.jp/corona/#pcr

T Care Clinic Hamamatsucho : https://clinicnearme.jp/en

Mita Hospital : https://mita.iuhw.ac.jp/english/topics/20210218.html

Sanno Hospital : https://www.sannoclc.or.jp/hospital/info/test_for_sars-cov-2

Tokyo Medical University Hospital

 : https://hospinfo.tokyo-med.ac.jp/news/shinryo/20200616.html#covid

 

Daftar klinik lainnya di Jepang : https://www.meti.go.jp/policy/investment/tecot/pdf/tourokubo_english.pdf

Flow Pemeriksaan PCR

Melakukan tes PCR di klinik langsung:

Mohon diingat! Jika kamu sudah punya gejala yang jelas, hindari pergi ke klinik. Gunakan PCR yang dikirim ke rumah. Kamu tidak diharapkan untuk menebar lebih banyak virus di tengah pandemi ini.

Meskipun tes di klinik langsung, kamu tetap harus melakukan reservasi via online atau  telepon. Konfirmasi reservasi di bagian resepsionis klinik dan kamu akan diswab atau diberikan PCR kit langsung di klinik tersebut. Setelah selesai, kamu tinggal membayar dan menunggu hasil yang biasanya akan dikirim via email keesokan harinya.

Melakukan tes PCR dari rumah:

Daftarkan diri lewat situs klinik, pilih kebutuhan tes PCR (apakah hanya butuh PCR dan hasil via email atau butuh sertifikat, dll). Setelah itu lakukan pembayaran dengan kartu kredit, transfer bank atau pembayaran lewat minimarket jika bisa. Keesokan harinya PCR kit akan sampai di alamatmu. Lakukan sesuai aturan yang tertulis di kit, kemudian kirimkan balik sampel PCR lewat kotak pos terdekat. Biasanya sudah disediakan amplop untuk kiriman balik. Jadi kamu tidak perlu repot beli perangko atau ke kantor pos. Kemudian harinya, kamu akan mendapat hasil tes via email atau online.

Bagaimana Jika Saya Positif COVID-19?

Oke, kalau hasil PCR negatif, kamu tidak perlu melakukan apa-apa selain mengucap syukur karena masih diberi kesehatan di tengah pandemi ini. Tapi kalau hasilnya positif? 

Biasanya setelah email hasil PCR positif sampai ke inbox kamu, akan ada email susulan dari klinik terkait yang menyampaikan bahwa kamu positif dan meminta izin untuk menggunakan data pribadi yang kamu masukkan saat daftar PCR untuk dibuat laporan ke Hokenjo (pusat kesehatan) tempat kamu tinggal. Misalnya kamu tinggal di Meguro-ku, maka setelah klinik melaporkan kasus positif kamu, kamu akan mendapatkan telepon dari pusat kesehatan Meguro-ku untuk memantau kesehatanmu saat itu. Telepon akan dilakukan setiap hari sekitar 3-5 hari awal.

Jika dipastikan kamu tidak punya gejala berat, kamu akan dipindahkan ke hotel tempat perawatan orang positif selama 3-5 hari pula. Selama beberapa hari tersebut kesehatan akan terus dipantau sampai diizinkan pulang kembali ke rumah. Namun jika ternyata kesehatanmu terus memburuk, kamu akan dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

Hotel Tempat Perawatan Positif COVID-19

Hotel-hotel ini adalah hotel yang ditunjuk dan dipercaya pemerintah untuk menangani pasien corona yang punya gejala ringan atau tanpa gejala. Jadi hanya orang-orang dengan fisik yang sehat bisa masuk ke hotel ini. Biayanya juga gratis! Apa saja yang akan kamu lakukan di hotel?

Kamu akan dijemput di kediamanmu dengan taksi khusus. Seluruh taksi dilapisi lembaran plastik dan desinfektan agar virus tidak menyebar. Sampai di hotel, petugas dengan baju APD mirip jas hujan akan mengkonfirmasi namamu kemudian menjelaskan bagaimana cara masuk kamar. Karena kamu positif, tentunya tidak akan ada yang mendampingi kamu sampai ke hotel. 

Masuk hotel

Di lobby hotel ada satu rak berisi amplop dengan nama pasien positif. Amplop tersebut berisi kunci kamar, oximeter (alat deteksi detak jantung), dan beberapa lembar penjelasan tentang tes kesehatan juga aturan di hotel.

Setelah masuk ke kamar, kamu akan mendapat telepon dari staff atau perawat yang ditugaskan di hotel. Kamu diminta untuk mencatat kesehatanmu setiap hari pukul 7 pagi dan 4 sore di aplikasi khusus seperti detak jantung dan suhu badan. Setiap hari juga akan ada telepon dari staf untuk menanyakan kesehatan dan perkembangan tubuh. Kesehatanmu akan dipantau setiap hari selama 3-5 hari di hotel. 

Peraturan Keluar Kamar

Kamu cuma diperbolehkan keluar kamar pada waktu yang ditentukan, yaitu waktu sarapan, makan siang dan makan malam. Pengambilan makanan pun berupa bento (nasi kotak) yang akan diletakkan di lobby. Kamu juga diminta untuk banyak minum air putih.

Kepulangan

Setelah kamu dinyatakan sehat, di malam hari sebelum kepulangan, kamu akan mendapat telepon dari staf yang menginformasikan kamu sudah bisa pulang ke rumah dan diminta untuk membuang semua sarung bantal dan sprei tempat tidur yang kamu pakai sebelum pulang di tempat sampah yang telah disediakan di lobby. Kalau kedatangan ke hotel kamu dijemput taksi, untuk kepulangan dari hotel kamu pulang sendiri naik kereta! Waduh. Jadi jangan lupa untuk bawa uang tunai, kartu transportasi dan barang bawaan secukupnya yang bisa kamu bawa pulang sendirian meskipun harus naik kereta. 

Untungnya penanganan Jepang terhadap pasien positif COVID-19 termasuk cepat dan tidak membebankan pasien. Tapi, semoga kita semua selalu diberi kesehatan di tengah pandemi seperti ini ya!

Baca juga: Perkembangan Pandemi COVID-19 di Jepang (Update Februari 2021)

Sekarang tidak lagi resah sendirian Komunitas tanya jawab tentang Jepang

Artikel terkait

Perkembangan Pandemi COVID-19 di Jepang (Update Februari 2021)

Siapa sangka makhluk hidup yang bernama virus corona dan hanya berukuran beberapa mikro saja mampu melumpuhkan dunia. Salah satu negara yang terkena pandemi virus corona ini adalah Jepang. Sebagai neg...

Informasi Terkini Keseimbangan hidup dan kerja Biaya hidup Berita Kesehatan

Japan Visa di Masa Pandemi COVID-19

Jepang memberlakukan pembatasan bahkan pelarangan bagi warga negara asing untuk masuk selama pandemi masih berlangsung. Pengetatan kembali berlaku seiring dengan merebaknya varian baru yang menyebar d...

Informasi Terkini Visa kerja Visa pelajar Visa Waktu perjalanan

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie