Mengenal Istilah Gaijin, Apa Sih Maksudnya? Kata Ini Bisa Disebut Kata Rasis?

WeXpats
2021/05/12

Sebagai negara yang terkenal akan keramah-tamahannya,negara sakura ini menjadi negara yang diimpikan untuk ditinggali oleh warga negara asing atau sekedar berkunjung ke negara sakura ini. Kadangkala ekspektasi tersebut menjadi terpatahkan begitu berinteraksi dengan warga negara Jepang asli. Pasalnya, mereka seringkali menyebut orang asing dengan kata gaijin.

Kata ini berarti bule dalam bahasa Indonesia. Tentunya sebuah ungkapan yang biasa ditujukan untuk orang dengan status warga negara asing. Namun beberapa warga negara asing yang tinggal di Jepang, enggan disebut istilah tersebut. Apa alasannya? Karena berawal dari kata slang modern Jepang menciptakan istilah tersebut, yang berarti sebuah sindiran atau cemoohan untuk orang asing.

Daftar Isi

  1. Berangkat dari Konsep Uchi  –  Soto
  2. Apa Itu Gaijin?
  3. Perbedaan Gaijin dengan Gaikokujin
  4. Fenomena Gaijin Hunter

Berangkat dari Konsep Uchi – Soto

Warga negara Jepang dalam berinteraksi menggunakan konsep uchi dan soto. Istilah bahasa dari Jepang, uchi berarti “dalam”, sementara soto berarti “luar”. Perbedaan tersebut membuat interaksi sosial warga negara Jepang terhadap orang yang berbeda terkesan melakukan diskriminasi. Kultur warga negara Jepang dibentuk dengan konsep berikut ini:

1. Konsep Ie

Sistem keluarga di Jepang berlandaskan pada konsep ie. Konsep ini mengatur dengan tegas peran suami dan istri, termasuk bersosialisasi. Dikarenakan masyarakat Jepang menjunjung tinggi kekeluargaan sehingga mereka seringkali terkesan mendiskriminasi orang asing dengan istilah “gaijin” (orang luar) tersebut. Sebutan tersebut terkesan merendahkan bagi beberapa orang.

2. Pola Shuudan Shugi

Konsep lainnya yang membentuk kultur budaya Jepang dalam bersosialisasi yaitu menggunakan konsep shuudan shugi, yang berarti mementingkan kelompoknya dibandingkan kepentingan pribadinya. Dengan demikian, ketika berinteraksi dengan orang asing seringkali terlihat mendiskriminasi karena cenderung untuk berinteraksi dengan kelompoknya yang berasal dari ruang lingkup yang sama.

3. Kyoukan atau Empati

Konsep yang termasuk uchi dan soto adalah kyoukan. Hal ini pun yang mendasar masyarakat Jepang untuk berinteraksi dengan orang asing. Meskipun terlihat ada kesenjangan sosial ketika orang Jepang berinteraksi dengan orang asing namun adanya Kyoukan menjadi penghubung antara konsep uchi dan soto. Dengan demikian, warga negara Jepang tidak lantas menolak warga negara asing.

Itulah beberapa konsep yang membentuk karakter beberapa warga negara Jepang yang masih sulit menerima keberadaan orang asing. Bahkan cenderung melakukan diskriminasi kepada warga negara asing tersebut. Maka dari itu, adanya warga negara asing di Jepang seringkali disisihkan. Bahkan hal tersebut terjadi ketika menaiki kendaraan umum, seperti kereta. Masih ada beberapa warga Jepang yang tidak mau duduk bersebelahan dengan orang asing. 

Baca juga >> Alasan Jepang Disebut dengan Nihon dan Apa Saja Julukan Negara Jepan Lain nya?

Apa Itu Gaijin?

Gaijin merupakan istilah yang disebutkan kepada warga negara asing yang berada di negara sakura. Sama dengan penggunaan bahasa Indonesia “orang asing” dan “warga negara asing”. Terasa mana yang lebih terdengar sopan? Terlepas tujuannya berwisata atau menetap selamanya, namun bila terlahir bukan sebagai orang Jepang maka disebut dengan gaijin. Walaupun kata ini terdengar biasa saja, namun beberapa orang asing menganggapnya sebagai kata yang merendahkan.

Istilah tersebut dimaksudkan karena pada dasarnya orang Jepang tidak mudah untuk menerima orang asing karena negaranya yang sempat menutup diri dari dunia internasional. Kata gaijin disebutkan sebagai penyebutan untuk warga negara asing yang tidak fasih dalam berbahasa Jepang baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian, warga negara Jepang asli mudah mengejek dan mengoloknya. Mereka kerap lakukan hal itu karena keberadaan warga negara asing dianggap berlevel yang lebih rendah. Selain itu, dikarenakan memiliki kemajuan teknologi membuat warga Jepang seakan meremehkan orang asing.

Namun adanya Kyoukan di masyarakat Jepang, membuat mereka pun perlahan membuka diri untuk orang asing tersebut. Terlebih jika orang asing tersebut mampu menguasai bahasa Jepang dengan fasih. 

Perbedaan Gaijin dengan Gaikokujin

Orang asing yang berasal dari barat, seperti benua Eropa dan Amerika disebut sebagai gaijin. Sementara semua orang asing yang terdapat di Jepang, baik yang berasal dari Barat atau negara di Asia disebut sebagai gaikokujin. Pengertian kedua istilah tersebut diperjelas dengan beberapa tinjauan seperti berikut ini.

Konteksnya

Perbedaan istilah tersebut dan gaikokujin berdasarkan konteksnya yaitu dibedakan pada penggunaan huruf kanji. Gai berarti asing, dan jin berarti orang. Dengan demikian menggunakan 2 huruf kanji. Sementara gai berarti asing dan koku berarti negara, jin berarti manusia. Berdasarkan konteksnya tersebut menggunakan 3 huruf kanji.

Pemahaman Orang yang Menggunakan

Bagi warga negara Jepang, kata tersebut merupakan kata-kata slang modern. Dengan demikian, warga negara Jepang modern menganggapnya sesuatu yang lumrah diucapkan. Namun bagi sebagian orang, kata tersebut merupakan sebuah kata yang tidak sopan. Pasalnya, asing sama dengan alien atau makhluk luar angkasa. Maka dari itu, ketika era Meiji terdapat istilah gaikokujin, sebagai istilah yang lebih halus untuk diucapkan.

Reaksi yang Mendengar

Sulitnya warga negara Jepang menerima keberadaan orang non Jepang, sehingga apabila mendengar kata gaijin, berupaya untuk segera menghindarinya. Mereka yang mendengar istilah tersebut, berekspektasi sesuatu yang menakutkan dan asing berada di sekitar mereka. Maka dari itu, untuk menyebut kata ini harus dilengkapi dengan kalimat yang sesuai.

Itulah perbedaan gaijin dan gaikokujin berdasarkan konteks, pemahaman orang yang mengucapkannya, serta orang yang mendengarnya. Pada dasarnya kedua istilah tersebut sama-sama merujuk dan menyebut untuk orang asing yang berasal dari luar negara Jepang. Hanya saja sedikit berbeda dalam penggunaan kalimatnya.

Baca juga >> Belajar Memahami Wasei Eigo dalam Bahasa Jepang dan Kata-kata yang Sering Diucapkan

Fenomena Gaijin Hunter

Banyaknya warga negara asing di Jepang memunculkan fenomena ‘gaijin hunter’. Istilah tersebut berarti pemburu. Khususnya di kalangan kaum muda Jepang yang kerap berburu warga negara asing untuk dijadikan teman berkencan ataupun hanya sekedar berteman. Mayoritas wanita muda Jepang yang mencari pria berkebangsaan asing tersebut.

Fenomena tersebut diikuti oleh seorang selebriti asal negeri sakura, yaitu Tsubasa Honda. Berita terbaru dikabarkan bahwa Tsubasa Honda sedang menjalin hubungan dengan salah seorang pria berkebangsaan negara asing, yakni Jonathan Anderson. Pria berkebangsaan asing tersebut adalah pemilik fashion dengan merk Loewe. Hubungan keduanya semakin menguatkan fenomena ini sangat populer di negara sakura tersebut.

Disamping terlihat keren, banyaknya remaja yang mencari teman untuk berkencan dengan warga negara asing adalah untuk mempelajari bahasa Inggris secara gratis. Pasalnya banyak warga negara asing yang tinggal di Jepang menguasai bahasa inggris tersebut, selain bahasa Jepang. Tentunya hubungan tersebut menjadi sebuah hubungan dengan asas manfaat.

Walaupun demikian, fenomena tersebut membuka kebudayaan warga negara Jepang untuk menerima keberadaan orang asing di negara matahari terbit tersebut. Dimana selama ini, warga negara Jepang sangat tertutup dan tidak mudah untuk menerima orang asing. Kini sejak adanya fenomena tersebut, keberadaan orang asing tersebut bukan lagi sesuatu yang menakutkan.

Keberadaan gaijin di negara Sakura seringkali mendapat diskriminasi. Hal tersebut disebabkan karena warga Jepang biasa berhubungan dengan sesama warganya yang homogen, serta tidak terlalu mengerti bahasa Inggris. Dengan demikian, masyarakat Jepang seringkali merasa canggung bila berinteraksi dengan orang asing.

Baca juga: Keindahan Waka, Puisi Khas Jepang yang Punya Keunikan Sendiri

Penulis

WeXpats
Di sini kami menyediakan artikel yang mencakup berbagai informasi yang berguna tentang kehidupan, pekerjaan, dan studi di Jepang hingga pesona dan kualitas Jepang yang menarik.

Sosial Media ソーシャルメディア

Kami berbagi berita terbaru tentang Jepang dalam 9bahasa.

  • English
  • 한국어
  • Tiếng Việt
  • မြန်မာဘာသာစကား
  • Bahasa Indonesia
  • 中文 (繁體)
  • Español
  • Português
  • ภาษาไทย
TOP/ Belajar Bahasa Jepang/ Percakapan bahasa jepang sehari-hari/ Mengenal Istilah Gaijin, Apa Sih Maksudnya? Kata Ini Bisa Disebut Kata Rasis?

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie