Mengikuti Kelas Yochien sebagai Bagian dari Sistem Pendidikan di Jepang

WeXpats
2021/08/05

Kemajuan negara Jepang tak lepas dari sistem pendidikannya yang terstruktur dengan baik dengan berbagai program berkualitas. Mulai dari tingkat dasar atau yang sering terdengar sebagai yochien, sampai dengan jenjang pendidikan tinggi, semua populer bahkan patut diacungi jempol. Tak sedikit pelajar dari berbagai belahan dunia yang berburu beasiswa studi ke Jepang.

Sistem pendidikan di negara ini tak hanya dibalut dengan rencana-rencana pembelajaran akademik, tetapi ada juga sisipan tentang kebudayaan, nilai moral, dan juga membiasakan para siswa untuk disiplin. Alhasil, semuanya mendukung terbentuknya generasi muda yang disiplin dan sangat berpotensi membangun negerinya.

Daftar Isi

  1. Sistem Pendidikan di Jepang
  2. Tujuan Yochien
  3. Tingkatan Kelas Yochien
  4. Perbedaan Yochien dan Hoikuen

Sistem Pendidikan di Jepang

Menelisik sistem pendidikan di negara tersebut, sebenarnya hampir serupa dengan pendidikan di Indonesia. Aturan pendidikan dalam Fundamental Law of Education, mengatur beberapa jenjang yang wajib dilalui oleh generasi muda Jepang.

1. Pra Sekolah

Tak hanya di dalam negeri, pendidikan untuk anak usia dini juga dikenal di Jepang. Anak-anak mulai usia 3 tahun, sudah bisa mengikuti jenjang pendidikan ini sebelum masuk ke sekolah atau pendidikan dasar. Biasanya, sampai usia anak 5 tahun, jenjang pendidikan pra sekolah ini dipilih untuk membiasakan anak pada dunia belajar dan bermain di luar rumah.

Klasifikasi yochien bisa dikatakan berada di level ini. Dalam hal mana, siswa akan mendapatkan sebuah pembiasaan aktivitas baru, sebagai bekal ketika nantinya masuk ke rutinitas belajar di sekolah dasar yang lebih sistematis. Pendidikan pra sekolah ini, memiliki pengawas yang berbeda dengan sekolah dasar. Lembaga pendidikan pra sekolah akan diawasi oleh Kementerian Kesejahteraan, Kesehatan, dan Ketenagakerjaan.

2. Pendidikan Dasar

Setelah anak-anak mencapai usia 6 tahun, maka diharapkan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya yaitu pendidikan dasar. Serupa dengan pendidikan di Indonesia, di mana jenjang ini juga harus ditempuh dalam waktu 6 tahun. Akan ada delapan pelajaran dan juga beberapa keterampilan di bidang kesenian hingga life skill yang akan diperkenalkan untuk anak-anak Jepang.

3. Pendidikan Menengah

Selanjutnya, sistem pendidikan di Jepang juga mengenal pendidikan lanjutan selama 6 tahun, yang terbagi menjadi 2 jenjang, yaitu setara SMP dan SMA, masing-masing selama 3 tahun. Negara ini juga mengenal pendidikan vokasi atau sekolah kejuruan yang akan membekali siswa dengan keterampilan tertentu. Terkait dengan pendidikan menengah, sekolah-sekolah akan diawasi oleh pemerintah di level prefektur masing-masing.

4. Pendidikan Tinggi

Setelah lulus dari jenjang SMA, maka para siswa di Jepang dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Di negara ini, pendidikan tinggi tidak hanya terbatas pada perkuliahan secara formal di universitas saja, melainkan terdapat bentuk lain yang sama-sama diakui sebagai jenjang pendidikan tinggi.

Lembaga tersebut adalah pendidikan khusus teknologi bergelar diploma, yang ditempuh selama 5 tahun. Selain itu ada lembaga pendidikan dalam 8 bidang khusus bergelar advanced profesional. Junior college atau sarjana muda juga dikenal di Jepang, dan ada lagi jenjang sarjana di universitas dan pasca sarjana.

Tujuan Yochien

Sesuai dengan usia sasarannya, jenjang pendidikan di level pra sekolah memang tidak akan membebani anak-anak dengan terlalu banyak pelajaran. Anak usia dini tentu masih lekat dengan dunia bermain. Selain itu, anak-anak di usia 3 hingga 5 tahun masih membutuhkan bantuan orang dewasa untuk melakukan beberapa aktivitas.

1. Pengenalan Akademik

Dengan gambaran umum tersebut, maka kelas pra sekolah didesain hanya untuk memberikan pengenalan akademik. Peralihan dari rutinitas di rumah menjadi ke sekolah, jika tidak dibiasakan, pasti akan membuat anak-anak bingung untuk melakukannya. Anak yang terbiasa bermain bebas, di sekolah harus mengikuti rutinitas belajar selama beberapa jam.

Untuk itulah jenjang pra sekolah dibentuk, yaitu agar anak-anak sedikitnya merekam di memori bawah sadar mereka tentang situasi sekolah. Bagaimana rutinitas sejak awal masuk, berinteraksi dengan guru dan teman baru, serta mengikuti program-program yang diberikan oleh guru sepanjang jam pelajaran.

Dengan demikian, meskipun diberikan materi sederhana dan juga PR, anak-anak akan belajar untuk terbiasa dengan rutinitas tersebut. Materi pelajaran seperti matematika, seni, menulis, dan membaca, mulai diberikan kepada siswa.

2. Pemahaman Budaya

Bukan hanya tentang pengenalan akademik, belajar di jenjang ini juga mengarahkan siswa pada pemahaman budaya. Negara ini memiliki banyak budaya dan tradisi, yang bahkan masih dilestarikan oleh generasi modern-nya. Salah satunya adalah budaya sopan santun, yang diajarkan sejak jenjang pendidikan pra sekolah.

3. Latihan Kemandirian

Belajar di yochien, selain membiasakan anak bergerak dan berkenalan dengan rutinitas sekolah, juga mengenalkan pada budaya Jepang. Generasi muda Jepang dikenal dengan tingkat disiplin yang tinggi dan kerja keras. Ternyata, hal tersebut sudah dapat ditemui sejak masuk ke jenjang pendidikan pra sekolah.

Meskipun dalam bentuk permainan, namun di dalamnya terdapat pembiasaan gerak siswa agar bisa bergerak dan mengerjakan sesuatu secara mandiri. Misalnya, anak-anak dikenalkan pada budaya berbaris rapi sebelum masuk kelas, makan sendiri, dan membereskan bangku belajarnya sebelum pulang.

Tingkatan Kelas Yochien

Jenjang pendidikan ini dimulai ketika anak genap berusia 3 tahun. Selama 1 tahun pelajaran penuh, anak-anak akan mendapatkan kurikulum dengan pola dasar bermain dan mengenal berbagai hal, mulai dari akademik, budaya, hingga gerak motoric untuk tujuan kemandirian. Setelah itu, pada tahun berikutnya atau pada saat anak genap 4 tahun, akan ada jenjang pra-TK atau Nenshou sebagai lanjutan.

Kedisiplinan Jepang dalam menerapkan sistem pendidikan terlihat dari ketatnya syarat administratif untuk masuk jenjang pra sekolah dan jenjang selanjutnya. Tahun pelajaran dimulai bulan April, sehingga jika anak lahir di bulan Mei, Juni dan seterusnya, maka anak harus menunggu tahun berikutnya untuk bisa masuk sekolah.

Hal tersebut sangat dipertimbangkan, salah satunya dari aspek psikologis anak, dan juga kesiapan sensor gerak anak di usia dini tersebut. Setelah nenshou, ada tingkat lanjutan lagi yaitu nenchuu, untuk anak usia 4 sampai 5 tahun. Setelah itu, anak akan menempuh tingkat Nenchou di usia 5 sampai 6 tahun, sebelum akhirnya masuk ke sekolah dasar.

Perbedaan Yochien dan Hoikuen

Sistem pendidikan pra sekolah di Jepang juga mengenal Hoikuen. Jika dipersamakan dengan pendidikan Indonesia, jenjang ini disebut day care atau PAUD.

1. Jam Belajar

Jika memasuki sekolah jenjang yochien, maka anak-anak akan belajar mulai dari jam 10 pagi hingga jam 2.50 siang. Sedangkan untuk hoikuen, anak-anak bisa berada di lembaga tersebut mulai dari jam 7 atau 8 pagi hingga jam 7 malam. Hal tersebut karena hoikuen tidak lain merupakan lembaga penitipan, yang biasanya dimanfaatkan oleh ibu-ibu atau orang tua yang bekerja.

2. Materi Akademik

Belajar di yochien, anak-anak akan mulai mengenal materi akademik meskipun dalam tingkat dasar. Namun di hoikuen, aktivitas hanya dilakukan dengan pola fun activity saja. Tidak ada materi akademik apapun selain bermain dan berkarya. Tujuannya adalah agar anak-anak tidak merasa bosan dan tetap aktif selama menunggu dijemput oleh orang tuanya.

3. Rutinitas

Yochien mengharuskan siswanya untuk berseragam, karena ada aktivitas akademik dan pendisiplinan diri yang akan dilakukan dalam kesehariannya. Berbeda dengan hoikuen, di mana anak-anak tidak harus berseragam, karena hanya akan bermain dan bersenang-senang sepanjang hari.

Jenjang pendidikan yochien tidak lain adalah media untuk melatih anak-anak sebelum masuk ke level pendidikan yang lebih rutin dan serius. Pola pendidikan di Jepang yang mulai mendisiplinkan anak sejak dini, akan membawa generasinya terus terbiasa dengan kedisiplinan hingga level berikutnya.

Penulis

WeXpats
Di sini kami menyediakan artikel yang mencakup berbagai informasi yang berguna tentang kehidupan, pekerjaan, dan studi di Jepang hingga pesona dan kualitas Jepang yang menarik.

Sosial Media ソーシャルメディア

Kami berbagi berita terbaru tentang Jepang dalam 9bahasa.

  • English
  • 한국어
  • Tiếng Việt
  • မြန်မာဘာသာစကား
  • Bahasa Indonesia
  • 中文 (繁體)
  • Español
  • Português
  • ภาษาไทย
TOP/ Sekolah di Jepang/ Kehidupan pelajar di Jepang/ Mengikuti Kelas Yochien sebagai Bagian dari Sistem Pendidikan di Jepang

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie