Kadou, Sadou, Shodou: Tiga Seni Tradisional Jepang

WeXpats
2022/09/30

Kadou, Sadou, dan Shodou dianggap sebagai contoh paling klasik dari seni tradisional Jepang. Ketiga seni tradisional ini dikenal sebagai “dentousandou” dalam bahasa Jepang. Pada artikel ini, kami akan memperkenalkan seni artistik melalui rangkaian bunga, upacara minum teh, dan kaligrafi gaya Jepang.

Daftar Isi

  1. Kadou, Seni Merangkai Bunga
  2. Sadou, Seni Upacara Minum Teh
  3. Shodou, Seni Kaligrafi Jepang
  4. Rangkuman

Kadou, Seni Merangkai Bunga

Kadou (華道) yang dikenal sebagai Ikebana (生け花) , adalah seni merangkai bunga tradisional Jepang. Ikebana, yang dimulai selama periode Muromachi, ditandai dengan merangkai bunga dan tanaman untuk mengekspresikan keindahan di area non-alam.

Perbedaan Antara Ikebana dan Rangkaian Bunga Barat

Ikebana sangat berbeda dari rangkaian bunga Barat. Toko bunga dan sekolah kadou dengan jelas membedakannya; Rangkaian bunga Jepang disebut Ikebana, dan rangkaian bunga Barat disebut - “flower arrangement” dalam Katakana.

“flower arrangement” dikatakan lebih simetris dengan ruang yang sedikit antara bunga dan aksen hijau, semakin banyak bunga semakin baik. Di sisi lain, rangkaian bunga Ikebana dikatakan lebih asimetris dengan banyak ruang antara bunga, aksen hijau, dan bahkan cabang.

Jika diperhatikan dari foto kadou, vas yang digunakan juga memegang peranan penting dalam sebuah mahakarya. Ada banyak jenis vas dalam berbagai bentuk, warna, dan bahan. Vas dapat dipilih sesuai dengan latar belakang sehingga rangkaian akan lebih menonjol, atau bahkan untuk kontras. Piring atau tempat air bukanlah jenis "vas" yang tidak biasa untuk Ikebana.

Sadou, Seni Upacara Minum Teh 

Sado (茶道, juga dibaca Chado), yang dikenal sebagai Cha-no-Yu (茶の湯) ini adalah gaya tradisional menyajikan teh untuk para tamu. Selama periode Azuchi-Momoyama, Sen no Rikyu (千 ) adalah seseorang yang dikatakan sebagai master teh pertama di Jepang yang mengembangkan budaya teh yang kemudian dikenal sebagai pada awal periode Edo. 

Matcha (抹茶) dan Wagashi (和菓子) disajikan untuk menjamu tamu dalam upacara minum teh Jepang. Etiket sangat penting dan sangat detail, mulai dari cara duduk, cara minum, dan cara makan manisan. Ada banyak aturan yang harus diikuti dan bahkan pola pikir apa yang harus anda pegang sudah ditentukan sebelumnya.

4 Prinsip dan 7 Aturan Upacara Minum Teh Sen no Rikyu

Ayah dari Upacara Minum Teh Sen no Rikyu mengajarkan “shikishichisoku”, yang mengartikan dasar dari prinsip keramahan “omotenashi” di Jepang.

4 prinsip yang dianjurkan oleh Sen no Rikyu adalah:

  1. Wa (Harmoni): Menghargai keharmonisan dalam segala hal.

  2. Kei (Hormat): Saling menghormati antara tuan rumah dan pelanggan.

  3. Sei (Kemurnian): Jagalah kebersihan hati dan lingkungan anda.

  4. Jyaku (Ketenangan): Damai, tidak terganggu oleh apa pun.

7 aturan upacara minum teh yang dianjurkan oleh Sen no Rikyu adalah:

  1. Sajikan matcha dengan mempertimbangkan yang lain

  2. Atur bunga di ruang teh seolah-olah mereka tumbuh subur di ladang.

  3. Berikanlah kenyamanan yang sesuai dengan musim.

  4. Persiapan harus cepat dan akurat.

  5. Bersihkan pikiran, hati dan ketenangan.

  6. Bersiaplah untuk memberikan layanan bahkan dalam peristiwa yang paling tidak terduga.

  7. Saling menghormati dan tetap memperhatikan satu sama lain.

Jika anda tertarik dengan Sadou, kami sarankan anda membaca lebih lanjut tentang sadou - mulai dari sejarahnya hingga alat upacara dan langkah-langkah upacara. Pada catatan terkait, matcha dan sencha sangat berbeda meskipun terjemahan bahasa Inggrisnya sama menjadi "teh hijau". Patut dibaca tentang matcha (termasuk uji matcha tingkat tinggi) yang disajikan dalam sadou.

Shodou, Seni Kaligrafi Jepang

Shodo (書道) atau kaligrafi Jepang, adalah metode ekspresi diri melalui tulisan. Menggunakan kuas yang disebut “mouhitsu” dan tinta, ekspresikan perasaan anda melalui kata-kata dan jenis huruf. Dengan sapuan yang kasar dan keras, lembut dan elegan, tipis namun tegas, ada banyak cara untuk menyampaikan pikiran anda. 

Shodou kadang-kadang disebut sebagai “shuji”. Meski keduanya melibatkan penulisan kaligrafi dengan tinta dan kuas, namun tujuan di balik keduanya berbeda. Tujuan Shuji adalah melatih kemampuan menulis untuk menulis dengan indah, sedangkan Shodou lebih banyak tentang seni ekspresi diri. 

Kakizome, Tulisan Pertama di Tahun yang Baru 

Kakizome (書き初め) adalah tradisi Jepang yaitu menulis harapan dan tujuan anda untuk tahun ini dalam kaligrafi. Hal ini dilakukan pada tanggal 2 Januari dan merupakan bagian dari perayaan Tahun Baru Jepang di samping tradisi seperti makan makanan tradisional Tahun Baru dan mengirim salam Tahun Baru.

Berikut adalah contoh kata dan frasa populer untuk kakizome:

  1. (夢)Yume - Mimpi

  2. (金)Kin - Uang, Emas

  3. (未来)Mirai - Masa Depan

  4. (希望)Kibou - Harapan

  5. (飛翔)Hishou - Penerbangan

  6. (平和)Heiwa - Damai, Harmoni

  7. (一期一会)Ichigo ichie - Pertemuan sekali seumur hidup

  8. (一生懸命)Isshoukenmei - Dengan usaha keras, Melakukan yang terbaik

Jika anda tertarik dengan Sadou, kami sarankan untuk membaca lebih lanjut tentang sadou. Pelajari tentang berbagai gaya kaligrafi Jepang, sapuan, teknik kuas, dan alat apa yang anda butuhkan untuk mulai menulis. 

Sado juga merupakan cara yang menyenangkan untuk belajar dan berlatih menulis Hiragana dan Katakana, dan pada tahap lanjutan belajar bahasa Jepang, Kanji. 

Rangkuman

Budaya tradisional Jepang mencakup banyak hal mulai dari seni pertunjukan tradisional, makanan tradisional, dan bahkan acara tradisional. Dengan membaca artikel ini, anggaplah diri anda telah menguasai pengetahuan dasar 3 seni tradisional Jepang paling klasik dalam merangkai bunga, upacara minum teh, dan kaligrafi. Langkah anda selanjutnya? Saatnya merasakan tradisi nya sendiri. 

Penulis

WeXpats
Di sini kami menyediakan artikel yang mencakup berbagai informasi yang berguna tentang kehidupan, pekerjaan, dan studi di Jepang hingga pesona dan kualitas Jepang yang menarik.

Sosial Media ソーシャルメディア

Kami berbagi berita terbaru tentang Jepang dalam 9bahasa.

  • English
  • 한국어
  • Tiếng Việt
  • မြန်မာဘာသာစကား
  • Bahasa Indonesia
  • 中文 (繁體)
  • Español
  • Português
  • ภาษาไทย
TOP/ Budaya Jepang/ Tradisi budaya Jepang/ Kadou, Sadou, Shodou: Tiga Seni Tradisional Jepang

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie