Kodomo No Hi, Perayaan Hari Anak di Jepang

WeXpats
2021/09/08

Memiliki keturunan merupakan salah satu hal yang patut disyukuri, baik itu anak laki-laki maupun perempuan. Salah satu bentuk rasa syukur tersebut dilakukan dengan turut merayakan hari anak pada periode yang telah ditetapkan dalam suatu negara. Seperti perayaan Kodomo No Hi yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat Jepang.

Beragam tradisi unik juga turut memeriahkan berlangsungnya Kodomo No Hi. Orang-orang akan mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari pernak-pernik serta hidangan khas yang patut disajikan pada hari tersebut. Sehingga momen bersama keluarga menjadi berkesan. Agar pembaca memahami tentang Kodomo No Hi, berikut penjelasan lebih lengkap mengenai pelaksanaannya di negeri sakura Jepang:

Daftar Isi

  1. Apa Itu Kodomo No Hi?
  2. Asal Usul Kodomo No Hi
  3. Perayaan Menyambut Kodomo No Hi
  4. Hidangan untuk Merayakan Hari Anak di Jepang

Apa Itu Kodomo No Hi?

Masing-masing negara memiliki tradisi yang rutin dilaksanakan setiap periode tertentu, salah satunya perayaan hari anak yang diselenggarakan tiap tahun. Momentum ini disebut sebagai Kodomo No Hi di Jepang dan berlangsung meriah setiap pelaksanaanya. Secara umum, hari tersebut diperingati untuk menghargai anak-anak serta berterima kasih pada orang tua yang sudah merawat sejak kecil.

Ciri khas dari perayaan ini terlihat dari banyaknya hiasan berbentuk ikan koi yang digantung pada halaman rumah. Hiasan tersebut akan berkibar mengikuti arah angin yang bertiup. Di samping itu, setiap rumah umumnya akan memajang replika dari helm samurai khas Jepang. Ada pula hidangan yang selalu disajikan ketika seluruh anggota keluarga berkumpul pada perayaan tersebut.

Asal Usul Kodomo No Hi

Sebagaimana tradisi lainnya, peringatan hari anak juga tidak lepas dari sejarah yang berkembang di Jepang. Peringatan ini dulunya dinamakan dengan Tango no Sekku, yang mana diselenggarakan setiap tanggal 5 Mei. Lebih spesifik bahwa pada hari tersebut penduduk Jepang merayakan pertumbuhan anak-anak terutama laki-laki dan rasa terima kasih pada sosok sang ayah.

Kodomo No Hi mulai diselenggarakan pada tahun 1948 dan telah ditetapkan sebagai hari libur nasional di Jepang. Berdasarkan kepercayaan yang berkembang di masyarakat, daun bunga shobu dipercaya mampu mengusir roh jahat. Sehingga untuk merayakan Kodomo No Hi, orang-orang akan menggunakan daun bunga tersebut untuk berendam dengan santai.

Perayaan Menyambut Kodomo No Hi

Setiap satu tahun sekali, penduduk Jepang mulai mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan guna menyambut tanggal 5 Mei. Mulai dari memasang hiasan yang diletakkan di depan rumah, hingga persiapan lainnya yang rutin dilakukan. Agar dapat memperoleh gambaran mengenai perayaan hari anak tersebut, berikut bentuk perayaan menyambut Komodo No Hi:

1. Pemasangan Koinobori

Hiasan berbentuk ikan dengan aneka warna menjadi salah satu poin yang tidak dapat ditinggalkan saat merayakan Komodo No Hi. Bendera ikan ini disebut sebagai Koinobori yang mana bentuknya menyerupai ikan mas. Sebagaimana kemampuan ikan mas ketika melewati derasnya air terjun dalam dongeng Jepang, yang mana hal tersebut melambangkan sebuah kekuatan.

Koinobori memiliki beragam warna dan ukuran, hiasan ini dipasang diluar rumah secara berderet. Ekor ikan akan bergerak kesana-kemari ketika diterpa angin, seolah terlihat sedang berenang. Pemasangan Koinobori konon dipercaya akan membawa berkah bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Itulah sebabnya, hiasan ini selalu ramai dipajang saat memasuki 5 Mei.

Warna bendera ikan yang dipasang melambangkan anggota keluarga dalam satu rumah, mulai dari orang tua hingga anak. Ikan koi berwarna biru menyimbolkan anak laki-laki, sedangkan warna lain merupakan adik-adiknya. Bendera ikan warna merah menyimbolkan sosok sang ibu, sedangkan ikan berwarna hitam melambangkan sang ayah.

2. Peletakan Kabuto

Setiap rumah, terutama bagi penduduk yang memiliki anak laki-laki umumnya akan memajang Kabuto di dalam ruangan. Kabuto merupakan miniatur helm samurai yang melambangkan kekuatan. Meskipun hanya miniatur, detailnya sangat unik dan hampir menyerupai bentuk aslinya. Cara ini dimaksudkan untuk memohon perlindungan serta kekuatan bagi anak-anak.

Selain itu, terkadang anak-anak akan membuat helm samurai sendiri untuk dikenakan di hari tersebut. Kabuto dibuat dari kertas origami dan koran yang sudah tidak digunakan lagi. Dengan demikian, hari libur yang diberikan oleh pihak sekolah dan tempat kerja akan membuat anak-anak menjadi punya waktu untuk mengembangkan pengalaman yang berkesan.

3. Berendam dengan Bunga Shobu

Salah satu kegiatan yang biasa dilakukan pada awal bulan Mei yaitu berendam dengan bunga shobu. Aktivitas ini membuat tubuh lebih rileks dan mengurangi rasa stres setelah seharian bekerja. Menjelang perayaan Kodomo No Hi, orang-orang akan pergi ke toko dan membeli bunga Shobu. Setiap 20 tangkai daun, pembeli dapat memperolehnya dengan harga sekitar 900 yen.

Bila tertarik untuk mencobanya, sediakan air bersih dalam bak mandi. Masukkan bunga Shobu yang diikat maupun diuraikan pada bak mandi tersebut. Tidak ada aturan khusus dalam mencampurkan bunga ke dalam air, setiap orang terkadang menerapkan caranya sendiri. Nikmati waktu berendam dengan santai selama waktu libur nasional.

Hidangan untuk Merayakan Hari Anak di Jepang

Setiap ada tradisi tertentu yang dilaksanakan di Jepang, tentunya terdapat hidangan khusus yang disiapkan. Mengingat pada momen tersebut, seluruh anggota keluarga berkumpul di rumah. Sehingga kebersamaan tersebut akan lebih berkesan saat terdapat hidangan yang dapat disantap bersama. Adapun hidangan khas yang biasa disajikan ketika merayakan hari anak di Jepang sebagai berikut:

1. Kashiwa Mochi

Kue mochi juga menjadi menu pilihan yang tepat untuk dihadirkan saat merayakan Kodomo No Hi di Jepang. Jenis mochi yang seringkali digunakan yaitu Kashiwa Mochi, yang mana berisi selain kacang merah yang nikmat. Mochi akan dibungkus dengan daun Kashiwa, akan tetapi daun tersebut tidak untuk dimakan. Ada cerita yang mendasari pemilihan daun tersebut sebagai bungkus mochi.

Diketahui bahwa daun Kashiwa yang telah tua tidak akan gugur bila belum terdapat tunas baru pada pohon. Ini melambangkan garis keturunan yang tidak akan terputus, sehingga diharapkan mampu membawa nasib baik bagi keluarga. Tetapi, tidak seluruh daerah Jepang ditumbuhi pohon tersebut. Sehingga pada daerah lain, kue mochi biasanya dibungkus dengan daun Sangkirai dan daun bambu.

Adapun cara pembuatan Kashiwa Mochi sangatlah mudah, hidangan ini memerlukan bahan utama tepung beras dan kacang merah. Adonan dipipihkan dengan kedua tangan, kemudian diisi dengan selai kacang merah yang telah disiapkan sebelumnya. Barulah kue tersebut dikukus hingga matang, terakhir kue mochi dibungkus satu per satu dengan daun Kashiwa.

2. Chimaki

Bila pembaca sedang menelusuri kuliner Jepang, ada baiknya mencoba Chimaki. Hidangan ini berupa bola beras ketan yang berbentuk segitiga mirip dengan onigiri. Chimaki terbuat dari bahan-bahan berupa beras ketan, daging, dan jamur shiitake. Rasanya semakin nikmat dengan tambahan bumbu kecap, gula, garam, minyak wijen, dan jahe, sehingga lebih gurih dan segar.

Chimaki umumnya dibuat dengan membungkus beras ketan beserta bumbu lainnya, kemudian dikukus hingga matang. Namun, pembungkusnya seringkali berbeda-beda menyesuaikan dengan tradisi daerah setempat. Ada yang membungkusnya dengan teratai, daun pandan, bambu, dan lain sebagainya. Chimaki mudah disimpan, untuk menikmatinya kembali silahkan memasukkan pada microwave agar hangat.

Demikianlah penjelasan mengenai Kodomo No Hi, hari anak yang diselenggarakan tiap tahun oleh masyarakat Jepang. Sesuai dengan namanya, di hari tersebut anak-anak akan memperoleh libur sekolah, sehingga dapat berkumpul bersama keluarga di rumah. Pada perayaan Kodomo No Hi, anak serta orang tua dapat mempersiapkan Koinobori dan Kabuto untuk dipajang.

Penulis

WeXpats
Di sini kami menyediakan artikel yang mencakup berbagai informasi yang berguna tentang kehidupan, pekerjaan, dan studi di Jepang hingga pesona dan kualitas Jepang yang menarik.

Sosial Media ソーシャルメディア

Kami berbagi berita terbaru tentang Jepang dalam 9bahasa.

  • English
  • 한국어
  • Tiếng Việt
  • မြန်မာဘာသာစကား
  • Bahasa Indonesia
  • 中文 (繁體)
  • Español
  • Português
  • ภาษาไทย
TOP/ Budaya Jepang/ Tradisi budaya Jepang/ Kodomo No Hi, Perayaan Hari Anak di Jepang

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie