Penjelasan Sayounara dan Berbagai Kata Perpisahan Lainnya dalam Bahasa Jepang

WeXpats
2021/10/12

Pembaca tentu sangat familiar dengan penggunaan kata Sayounara, meski tidak terlalu fasih dalam berbahasa Jepang. Sebab, kata perpisahan ini seringkali dinyanyikan pada lagu anak-anak berbahasa Indonesia. Akan tetapi, kebanyakan orang mungkin hanya sekedar menyanyikannya tanpa memahami makna mendalam yang terkandung pada kata perpisahan berbahasa Jepang tersebut.

Pengucapakan kata perpisahan dalam bahasa Jepang tidak sesederhana ketika menggunakan bahasa Indonesia. Orang Indonesia akan lebih sering mengucapkan 'selamat tinggal' pada lawan bicara saat akan pergi. Namun, ketika mempelajari bahasa Jepang pebelajar akan menemukan berbagai kata perpisahan dengan makna yang terkesan mirip. Berikut penjelasan mengenai kata perpisahan yang perlu dipahami:

Daftar Isi

  1. Macam-Macam Kata Perpisahan dalam Bahasa Jepang
  2. Asal-Usul Pengucapan Kata Sayounara
  3. Waktu Pengucapan Sayounara yang Tepat
  4. Contoh Penggunaan Kata Perpisahan dalam Kalimat

Macam-Macam Kata Perpisahan dalam Bahasa Jepang

Dalam bahasa Indonesia, orang-orang akan mengucapkan 'sampai jumpa' atau 'selamat tinggal' ketika bepergian. Kosakata ini dapat digunakan pada berbagai situasi. Berbeda ketika mempelajari bahasa Jepang, sebab ada beberapa macam kata perpisahan yang diucapkan sesuai kondisi saat itu. Agar pembelajar mudah memahaminya, macam-macam kata perpisahan dijabarkan dalam uraian berikut ini:

1. Sayounara

Diantara sekian banyak macam kata perpisahan dalam bahasa Jepang, Sayounara sempat memiliki pergeseran makna. Saat ini kata perpisahan tersebut banyak diucapkan oleh murid kepada gurunya. Bahkan terkadang juga dapat diucapkan pada tetangga ketika akan bepergian ke suatu tempat. Kata perpisahan ini lebih cocok digunakan untuk berkomunikasi pada orang yang lebih dihormati.

2. Itte Rasshai

Orang yang ditinggalkan saat berpisah dapat mengucapkan Itte Rasshai sebagai ungkapan 'selamat jalan'. Sebab, kata perpisahan ini merupakan jawaban bagi penggunaan Ittekimasu yang berarti 'saya pergi'. Seringkali kata Itte Rasshai diucapkan oleh ibu atau anggota keluarga lain untuk mengantarkan anaknya saat akan berangkat sekolah maupun bekerja.

3. Sore Jaa

Kata perpisahan ini memiliki makna 'sampai jumpa' atau bisa juga berarti 'permisi'. Sore Jaa termasuk kata perpisahan singkat yang sering dipakai ketika berkomunikasi. Biasanya diucapkan pada teman akrab untuk mengakhiri percakapan yang sudah terjadi. Adapun bentuk formal dari Sore Jaa yaitu Sore Dewa, yang mana umumnya diucapkan pada orang yang lebih tua.

4. Ittekimasu

Kata perpisahan ini apabila diterjemahkan memiliki arti 'saya pergi dulu', yang mana akan lebih cocok diucapkan saat hendak keluar rumah. Situasi yang paling sesuai untuk menggunakan kata Ittekimasu yaitu saat seorang ayah akan pergi bekerja. Selain itu, Ittekimasu juga seringkali diucapkan anak pada orang tuanya ketika berangkat ke sekolah.

Dengan demikian, penutur kata perpisahan Ittekimasu adalah orang-orang yang akan bepergian. Sebab, kosakata ini sebenarnya sangat cocok disandingkan dengan kata perpisahan Itte Rasshai yang dipelajari sebelumnya. Tetapi, bepergian yang dimaksud pada Ittekimasu sifatnya sementara. Sebab, orang yang berpamitan nantinya juga akan kembali ke rumah ketika sudah pulang kerja atau sekolah.

5. Otsukaresama Deshita

Penggunaan Deshita mengarah pada hal-hal yang telah terjadi di masa lampau. Sehingga Otsukaresama Deshita menunjukkan ucapan perpisahan yang memuat rasa terima kasih serta apresiasi untuk orang lain. Kata perpisahan ini kerap kali digunakan pada lingkungan kerja saat berpisah dengan rekan. Terkadang disingkat menjadi Otsukare saat berkomunikasi dengan rekan sebaya.

6. Jaa Mata

Pebelajar mungkin pernah mendengar orang Jepang mengucapkan 'Dewa Mata' untuk berkata permisi. Jaa Mata merupakan bentuk informal yang seringkali digunakan ketika berkomunikasi dengan orang yang lebih akrab. Dari segi terjemah, Dewa Mata dan Jaa Mata memiliki arti yang sama, tetapi keduanya berbeda dalam hal status dari lawan bicara.

Selain bentuk Jaa Mata, orang Jepang juga kerap menggunakan kata perpisahan berupa 'Jaa' atau 'Jaa Ne'. Jaa merupakan bentuk non resmi dari kosakata 'Dewa'. Meski sama-sama tidak resmi, Jaa Nee lebih bersifat santai. Sehingga lebih tepat diucapkan pada rekan akrab dan tidak cocok bila diucapkan pada orang yang lebih tua.

7. Mata Ne

Kata perpisahan ini memiliki makna 'sampai jumpa lagi', yang mana sering dipakai pada percakapan sehari-hari. Kata 'Mata' yang memiliki terjemah 'lagi' mengatakan bahwa si penutur berharap suatu saat akan berjumpa lagi dengan lawan bicara. Sehingga, pemilihan kata 'Mata Ne' lebih tepat untuk ditujukan pada perpisahan yang sifatnya sebentar.

Baca juga >> Sayonara: Lebih dari Salam Perpisahan Sementara

Asal-Usul Pengucapan Kata Sayounara

Kata perpisahan ini bila dijabarkan terdiri dari bagian sayou dan nara, yang mana dapat bermakna 'demikian' atau 'begitu'. Dahulu kata perpisahan ini diucapkan bersamaan dengan kosakata gokigenyou yang berarti mendoakan orang lain agar baik-baik saja. Pada zaman Edo, kedua kosakata ini sering terdengar diucapkan bersamaan oleh masyarakat Jepang saat berkomunikasi.

Seiring berlalunya waktu, orang-orang lebih nyaman ketika mengucapkan sayounara tanpa imbuhan gokigenyou. Hal ini dimungkinkan karena pengucapan yang lebih singkat dan praktis daripada sebelumnya. Dengan demikian, kedua kosakata tersebut akhirnya dipisah dalam hal penggunaannya. Lama-kelamaan gokigenyou jarang terdengar pada kalimat perpisahan yang diucapkan saat seseorang akan pergi.

Baca juga >> Berbagai Ungkapan Kata-kata Maaf dalam Bahasa Jepang

Waktu Pengucapan Sayounara yang Tepat

Dulunya kata Sayounara kurang begitu familiar diucapkan oleh masyarakat Jepang, terutama ketika berkomunikasi dengan orang yang akrab. Hal ini dikarenakan bahwa kata perpisahan tersebut sebenarnya memiliki makna bahwa orang yang mengucapkannya akan pergi jauh. Sehingga dapat diartikan bahwa perpisahan yang dimaksud akan berlangsung lama.

Dengan demikian, orang Jepang akan menggunakan kata perpisahan ketika benar-benar tidak ingin kembali pada masa itu. Misalnya saja pada seseorang yang sudah putus hubungan dengan pasangannya. Itulah sebabnya, penggunaan kata Sayounara seringkali ditemukan pada lirik lagu bernuansa sedih, seperti putus cinta. Jarang sekali orang yang mengucapkannya pada teman maupun anggota keluarga.

Selain karena makna perpisahan yang berlangsung lama, kata perpisahan ini juga mengutarakan sebuah kesedihan yang dalam. Sehingga seringkali dituliskan pada sebuah surat yang dikirimkan pada saudara yang berada di tempat jauh. Tetapi, seiring perubahan zaman banyak buku berbahasa Jepang yang mulai menggunakan kata perpisahan. Salah satunya dalam buku harian siswa SD.

Baca juga >> Belajar Aisatsu, Berbagai Salam Sapaan dalam Bahasa Jepang

Contoh Penggunaan Kata Perpisahan dalam Kalimat

Upaya menguasai bahasa Jepang dapat dibangun dengan mempelajari beberapa bentuk kata perpisahan. Agar mudah, pebelajar dapat memahami contoh kalimatnya terlebih dahulu beserta maknanya. Dengan demikian, akan lebih terbiasa ketika mengucapkannya langsung pada lawan bicara. Contohnya pada kalimat sensei sayounara yang berarti 'bapak/ibu guru, sampai jumpa kembali.

Secara garis besar, pengucapan kalimat perpisahan dapat disesuaikan berdasarkan situasi dan status dari lawan bicara. Saat sedang berbincang dengan orang yang lebih dihormati, sebaiknya pilih kata perpisahan yang sifatnya formal. Sedangkan untuk teman akrab dapat mengucapkan mata aimashou ne, yang artinya 'mari bertemu kembali lain waktu'.

Demikianlah penjelasan mengenai Sayounara dan kata perpisahan lain yang perlu dipahami ketika mempelajari bahasa Jepang. Pada dasarnya makna dari sebuah kata perpisahan dapat mengalami pergeseran mengikuti trend di masyarakat. Dengan demikian, bila lebih banyak kosakata yang dimengerti maka akan bertambah mudah bagi seseorang untuk menggunakan bahasa Jepang ketika berkomunikasi sehari-hari.

 

Baca juga >> Penggunaan Kata Onegaishimasu yang Ada pada Bahasa Jepang

Penulis

WeXpats
Di sini kami menyediakan artikel yang mencakup berbagai informasi yang berguna tentang kehidupan, pekerjaan, dan studi di Jepang hingga pesona dan kualitas Jepang yang menarik.

Sosial Media ソーシャルメディア

Kami berbagi berita terbaru tentang Jepang dalam 9bahasa.

  • English
  • 한국어
  • Tiếng Việt
  • မြန်မာဘာသာစကား
  • Bahasa Indonesia
  • 中文 (繁體)
  • Español
  • Português
  • ภาษาไทย
TOP/ Belajar Bahasa Jepang/ Percakapan bahasa jepang sehari-hari/ Penjelasan Sayounara dan Berbagai Kata Perpisahan Lainnya dalam Bahasa Jepang

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie