Hatsumode, Tradisi Menyambut Tahun Baru di Jepang

WeXpats
2020/09/14

Tahun baru menjadi momen yang menggembirakan bagi siapapun. Bagaimana tidak, saat itu semua orang menyambut harapan-harapan baru dengan suka cita. Berbagai perayaan diselenggarakan, seperti pesta kembang api hingga berkumpul bersama keluarga. Dalam tradisi Jepang ada istilah “hatsumode”, yaitu kegiatan mengunjungi kuil pertama kali pada tahun baru tersebut.

Tradisi ini tidak harus dilakukan tepat pada tanggal 1 Januari. Beberapa orang menghindari tanggal tersebut karena seluruh kuil padat pengunjung. Mereka memilih melakukan kegiatan seru lainnya, seperti menonton perayaan kembang api dan balon udara, bermain ke tempat hiburan, dan masih banyak lagi. Sebab banyak cara yang dilakukan oleh orang Jepang untuk menyambut tahun baru.

Daftar Isi

Suasana Meriah Malam Tahun Baru Namun Tetap Sakral

Apa Itu Hatsumode?

Yang Dilakukan Saat Perayaan Pergantian Tahun

Kuil Favorit Untuk Menikmati Acara Pergantian Tahun

Suasana Meriah Malam Tahun Baru Namun Tetap Sakral

Sebelum membahas tradisi hatsumode yang khidmat, ternyata orang Jepang punya banyak acara untuk menyambut tahun baru. Walaupun begitu, kemeriahan malam tahun baru tidak menghapus kesakralan pergantian waktu ini. Di negara lain, pesta kembang api dibarengi dengan pesta dan hiruk pikuk. Hal ini tidak terjadi di Jepang sebab kembang api yang dinyalakan diiringi dengan doa dengan penuh ketenangan.

Tahun baru bukanlah waktunya berpesta, melainkan saat yang tepat untuk introspeksi diri. Maka dari itu, ada tradisi khusus yang disebut “oosouji”. Seluruh anggota keluarga berkumpul untuk membersihkan rumah bersama-sama. Bagian-bagian yang tidak pernah disentuh akan dilap, disapu, dan dipel untuk menghilangkan debu atau kotoran di tahun sebelumnya.

Tak lupa setiap pemilik rumah akan memasang “shimekazari”, yakni hiasan dari tali jerami yang ditempel di pintu masuk rumah supaya tidak ada roh jahat yang akan masuk. Hiasan ini nantinya dicopot paling lambat tanggal 15 Januari. Untuk menambah keakraban, orang-orang Jepang pun saling mengirim “nengajyou” (kartu pos) kepada kerabat atau teman-teman yang berisikan harapan serta doa-doa.

Apa Itu Hatsumode?

Malam tahun baru di Jepang disebut dengan “oomisoka”, yang artinya hari terakhir dalam satu tahun. Kebalikan dari negara-negara lainnya, malam tahun baru di sana berlangsung sangat khusyuk karena orang-orang akan pergi ke kuil Shinto ataupun Budha untuk berdoa. Tradisi ini dinamakan “hatsumode”, yakni menghabiskan malam tahun baru hingga pergantian hari di dalam kuil.

Perlu diketahui kalau malam tahun baru di Jepang bertepatan dengan musim dingin. Jadi orang-orang yang melakukan hatsumode harus berjuang melawan hawa dingin sepanjang malam. Kalau tidak kuat, bisa berdoa ke kuil keesokan harinya. Ada tiga teori waktu untuk melakukan doa, yaitu tepat pada tanggal 1 Januari, tiga hari pertama (tanggal 1-3 Januari), dan rentang 1-7 Januari. Sebab mereka percaya kalau berdoa di kuil pada awal tahun akan diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan sepanjang tahun.

Hatsumode sendiri asalnya adalah ritual toshigomori (menyendiri di kuil Ujigami) namun hanya kepala keluarga saja yang boleh melakukan ini. Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi toshigomori terbagi menjadi dua, yaitu joyamode (menyendiri di malam hari) dan ganjitsumode (datang ke kuil di pagi hari pada awal tahun). Di era sekarang, keduanya ini bebas dilakukan oleh siapapun dan tinggal memilih waktu yang diinginkan.

Yang Dilakukan Saat Perayaan Pergantian Tahun

Orang yang melakukan hatsumode tidak hanya berdiam diri di dalam kuil. Ada beberapa kegiatan yang dijalani supaya doa bisa maksimal dan dikabulkan. Inilah aktivitas mereka sepanjang malam hingga pergantian hari atau saat mengunjungi kuil di pagi hari:

1. Berdoa

Tujuan orang-orang mendatangi kuil untuk mengharapkan keberkahan sepanjang tahun ke depan. Dengan begitu, kegiatan utama mereka adalah berdoa. Tata cara berdoa disetiap kuil sama, baik kuil yang besar dan kecil, ataupun yang terkenal dan tidak. Seseorang harus memasukkan koin ke kotak persembahan terlebih dahulu, lalu bisa mulai berdoa.

2. Membakar Jimat

Orang-orang yang datang ke sana akan membawa jimat dan kertas ramalan di tahun sebelumnya. Mereka akan membakar jimat dan kertas ramalan lama untuk diganti dengan yang baru. Tujuannya supaya hal-hal buruk di tahun lalu tidak terulang kembali.

3. Menulis Doa di Ema

Ema” adalah sebutan untuk kayu bermotif yang bisa ditulis dengan doa-doa. Orang Jepang percaya kalau menulis doa di atas ema lalu menggantungkannya di kuil maka harapannya bisa terkabul.

4. Mengambil Omikuji

Di dalam kuil ada sebuah kotak yang berisi kertas-kertas ramalan (omikuji). Setiap orang boleh mengambilnya secara acak, kemudian melihat apa yang tertulis di sana. Isi omikuji bermacam-macam, biasanya seputar asmara, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari. Walaupun begitu, orang Jepang tidak terlalu serius menganggap ramalan yang didapatnya, apalagi ternyata isinya kesialan.

5. Membeli Jimat Baru

Sebelum pulang, para pengunjung tidak lupa untuk membeli jimat baru. Jimat yang paling populer berbentuk anak panah (hamaya) karena dipercaya bisa mengusir kesialan. Tapi ada bentuk-bentuk jimat lainnya, baik untuk dewasa maupun anak-anak.

Kuil Favorit Untuk Menikmati Acara Pergantian Tahun

Walau bukan beragama Budha atau menganut kepercayaan Shinto, siapapun bisa mengunjungi kuil di malam tahun baru atau pada tanggal 1 Januari, termasuk wisatawan. Namun etika berkunjung harus diperhatikan karena sebagian pengunjung hadir untuk berdoa. Pakaian harus sopan dan tidak boleh berisik. Jika ingin menyaksikan tradisi ini, bisa mengunjungi kuil-kuil berikut:

1. Senso-ji Temple

Kuil ini berada di Lusaka, Tokyo, dan sangat terkenal di kalangan wisatawan. Banyak pengunjung datang tak hanya di malam tahun baru, namun suasana akan menjadi lebih ramai di waktu tersebut. Dari Senso-ji Temple bisa melihat Tokyo Sky Tree dan mendengar “Joya no Kane”, yaitu sebuah bel yang akan dibunyikan sebanyak 108 kali begitu memasuki tengah malam di tanggal 31 Desember.

2. Meiji Jingu Shrine

Masih berlokasi di Tokyo, Meiji Jingu Shrine terkenal untuk mencari keberkahan. Tak hanya saat pergantian tahun, kuil ini dipercaya sebagai tempat yang baik untuk memulai pernikahan, menangkal kejahatan, hingga menciptakan perdamaian dunia. Bersiaplah untuk berdesak-desakan di sini sebab Meiji Jingu Shrine termasuk kuil yang paling banyak pengunjung di momen tahun baru.

3. Kawasaki Daishi Heikenji Temple

Kuil ini termasuk kuil yang tua di Jepang karena sudah ada sejak tahun 1128. Penduduk sekitar yang datang berdoa sekaligus mengharap berkat dari Kobo-Daishi, yaitu seorang guru besar menurut ajaran Budha Shingon. Ada banyak toko souvenir dan restoran sepanjang jalan menuju kuil ini, maka tak heran kalau banyak wisatawan yang berkunjung.

4. Kanda Myojin Shrine

Berlokasi tak jauh dari Akihabara, kuil ini tak hanya memberikan pengaruh ke sejumlah wilayah di Jepang, tetapi juga menjadi destinasi wisata yang populer, khususnya bagi anak-anak muda. Sebab suasana pop culture sangat terasa di sini, contohnya ema yang dihiasi gambar-gambar anime. Selain itu, orang Jepang sangat menghormati kuil ini karena ada tiga dewa yang diagungkan, yaitu Onamuchinomikoto (dewa pernikahan), Sukunahikonanomikoto (dewa kemakmuran), dan Tairanomasakadonomikoto (dewa pengusir roh jahat).

5. Fushimi Inari Taisha

Jika berkunjung ke Jepang, jangan sampai melewati kuil ini. Lokasinya ada di Prefektur Kyoto. Kuil ini memiliki lebih dari 30.000 Inari Jinja dan lebih dari 10.000 pintu gerbang (torii). Saat tahun baru, ada banyak ritual yang dilakukan di sana mulai dari pukul 3 sore pada 31 Desember. Siapapun yang datang ke sana akan merasakan berbagai ritual doa yang indah untuk memanjatkan harapan-harapan baru.

Tradisi hatsumode sangat sarat makna dan mengajarkan banyak hal bagi siapapun. Melalui tradisi ini, orang Jepang bisa menyikapi momen pergantian tahun dengan bijak dan tidak bersenang-senang semata. Bagi mereka, tahun baru seperti lahir kembali dan menjalani kehidupan untuk lebih baik dari sebelumnya.

Baca juga: Serba Serbi Tentang Festival Hinamatsuri dan Boneka Jepang yang Sarat Akan Makna

Penulis

WeXpats
Di sini kami menyediakan artikel yang mencakup berbagai informasi yang berguna tentang kehidupan, pekerjaan, dan studi di Jepang hingga pesona dan kualitas Jepang yang menarik.

Sosial Media ソーシャルメディア

Kami berbagi berita terbaru tentang Jepang dalam 9bahasa.

  • English
  • 한국어
  • Tiếng Việt
  • မြန်မာဘာသာစကား
  • Bahasa Indonesia
  • 中文 (繁體)
  • Español
  • Português
  • ภาษาไทย
TOP/ Budaya Jepang/ Tradisi budaya Jepang/ Hatsumode, Tradisi Menyambut Tahun Baru di Jepang

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie