Melihat Lebih Jauh tentang Arsitektur Jepang dari Waktu ke Waktu

WeXpats
2020/10/14

 Negara Jepang adalah Negara yang memiliki budaya yang kental di kalangan masyarakat. Kultur Jepang sangat terlihat pada setiap arsitektur bangunannya dengan berciri khas kayu. Bentuk bangunan tradisional Jepang sangat mudah dikenali, terlihat dari bentuk bangunan panggung, atap jerami dan genteng tanah. Pada abad ke-19 Arsitektur Jepang mulai dibuat dengan memasukkan unsur-unsur modern.

Arsitektur bangunan adalah karya seni yang dirancang oleh seorang yang ahli di bidangnya untuk mengungkapkan pikiran dan isi hatinya. Karya seni yang dibuat dituangkan dalam bentuk bangunan yang tentunya memiliki filosofi yang berbeda setiap interiornya. Seorang arsitektur merancang suatu bangunan sesuai dengan apa yang dipikirkan dengan komposisi yang matang.

 

Daftar Isi

  1. Sejarah Arsitektur Bangunan Jepang
  2. Fitur Arsitektur Jepang Tradisional
  3. Sifat Arsitektur Tradisional
  4. Arsitektur Bangunan yang Lebih Modern

Sejarah Arsitektur Bangunan Jepang 

Seperti halnya di Negara Jepang yang memiliki arsitektur bangunan yang unik dan menarik. Arsitektur Jepang terkenal dengan ukiran-ukiran dan bentuknya yang dibuat dengan sangat teliti dan di setiap bentuknya memiliki makna yang berbeda. Untuk mengetahui asal usul sejarah munculnya arsitektur bangunan di Jepang, simak penjelasan berikut ini dengan teliti dan seksama.

1. Masa Prasejarah

Masa prasejarah terjadi sekitar 5000 SM hingga abad ke delapan yang terdapat 3 periode yaitu periode Jomon, Yayoi dan periode Kofun. Pada periode Jomon terdapat pemburu dengan berbagi keterampilan bertani secara primitif. Pada periode Yoyai, masyarakat sudah berbaur dan mendapat pengetahuan tentang bangunan. Pada periode Kofun, sudah mulai bermunculan gundukan tanah kuburan.

2. Periode arsitektur Asuka dan Nara (550-794 M)

Selama periode arsitektur Asuka dan Nara terjadi perubahan yang sangat terlihat pada arsitektur Jepang karena adanya pengenalan Buddhisme. Budaya praktek penguburan makam mulai dihilangkan secara perlahan-lahan oleh Buddhisme. Tidak hanya budayanya yang terpengaruh tetapi arsitektur bangunan Jepang juga berubah menjadi kultur Buddhisme.

 3. Periode Heian (794-1185 M)

Pada periode heihan mulai terjadi perubahan yang signifikan terhadap bangunan tradisional di Jepang. Pada masa periode heihan, Sekelompok orang Budha yang datang pada masa Asuka dan Nara memperkenalkan bahan bangunan modern. Bahan bangunan modern berupa batu, semen dan tanah liat. Hal inilah yang menjadi awal mula perubahan bangunan tradisional Jepang menjadi modern.  

4. Periode Kamakura dan Muromachi (1185-1573 M)

Pada masa Kamakura dan Muromachi, arsitektur di Jepang mulai menciptakan kemajuan yang menyimpang dari negara mitranya yaitu Cina. Bangunan sengaja dirusak untuk menciptakan bangunan-bangunan baru. Para arsitek membuat bangunan dengan arsitektur yang modern dan tahan lama. Misalnya, bangunan yang anti gempa dan bangunan sebagai tempat berlindung dari hujan dan panas matahari.

5. Periode Azuchi-Momoyama (1573-1863 M)

Pada periode Azuchi-Momoyama (1573-1863 M) merupakan masa perdamaian yang terjadi akibat perang saudara. Perang yang terjadi menyebabkan banyaknya kerusakan bangunan, dan muncullah peraturan baru untuk mendirikan kastil sendiri. Kastil yang dibangun harus memiliki taman, benteng, tenshu, Fusuma, dan kastil dihias dengan lukisan. 

6. Periode Edo (1573-1868 M)

 Pada periode ini, bangunan tradisional-modern Jepang kembali berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Penduduk Jepang yang mengalami pertambahan anggota keluarga, mulai merenovasi dan membangun kastil/rumah bertingkat. Rumah yang dibangun sudah menggunakan atap berupa genteng yang terbuat dari tanah liat. Genteng yang digunakan sebagai atap rumah dipercaya mampu melindungi rumah dari terjadinya kebakaran. 

7. Meiji, Taisho, dan periode Showa awal (1687-1926 M)

Di Masa ini terjadi banyak perubahan dengan adanya bangunan-bangunan yang berasal dari pengaruh bangsa Eropa yang masuk ke Jepang. Ada beberapa bangunan yang sengaja dibangun oleh arsitek Jepang guna memenuhi kebutuhan Negara seperti sekolah, bank dan hotel. Arsitektur meiji awalnya mendapat pengaruh dari gaya arsitektur kolonial.

8. Arsitektur Kolonial

Jenis arsitektur Kolonial sudah ada sejak periode Meiji, Taisho, dan periode Showa awal (1687-1926 M) dan dimulai pada tahun 1904. Arsitektur kolonial digunakan untuk membangun berbagai jenis hotel, sekolah, perguruan tinggi dan bank-bank di Jepang. Pemerintah Jepang yang menguasai Korea, membangun stasiun kereta api dan jalan raya dengan berbagai model.

9. Periode Showa Akhir

Pada periode Showa, muncullah ide-ide kreatif dari para arsitek untuk membuat proyek bangunan berskala besar seperti metabolist, kapsul dan tower. Di tahun 1960, bangunan di Jepang mengalami perluasan dengan menambahkan desain arsitektur yang lebih modern dari sebelumnya sesuai perkembangan zaman. 

10. Periode Heisei Awal

Periode Heisei awal disebut juga Bubble Economy, yang pernah mendongkrak perekonomian Jepang. Pada masa ini desain yang diciptakan dari ide-ide arsitek Jepang mulai diperjual-belikan hingga mampu mendorong perekonomian Jepang. Di Masa periode Heisei terdapat bangunan yang unik dan terkenal karena bahan bangunannya yang menggunakan beton, bangunan ini disebut paviliun(*). 

Fitur Arsitektur Jepang Tradisional 

Pada umumnya, arsitektur tradisional di Jepang banyak dipengaruhi oleh budaya dari China dan Negara Asia dalam waktu yang sangat lama. Hal ini menyebabkan hasil arsitektur pada bangunan-bangunan di Jepang didominasi oleh budaya cina dan beberapa Negara asia. Sehingga, masyarakat yang hadir di kuil Ise dianggap sebagai bagian penting dari arsitektur Jepang.

Pemilihan bahan bangunan pada setiap fitur bangunan tradisional di Jepang menjadi ciri khas tersendiri. Ciri khas bangunan tradisional Jepang hampir semua bagian-bagian bangunannya menggunakan bahan yang terbuat dari kayu. Bagian kayu yang digunakan yaitu jerami, kulit kayu, papan dan diolah menjadi kertas. Ukuran bangunan Jepang selalu besar dengan atap yang lebar.

Sifat Arsitektur Tradisional 

Bangunan di Jepang dibuat sesuai dengan budaya yang ada di Jepang, sehingga bangunan di jepang memiliki sifat arsitektur yang berbau tradisional. Untuk mengetahui sifat-sifat arsitektur Jepang yang unik dan menari, berikut disebutkan sifat dan penjelasan yaitu:

  • Arsitektur di Jepang memiliki sifat yang ringan dan halus.

  • Bahan kayu yang digunakan dalam bangunan sangat mendominasi bangunan dan dibuat dengan sehalus mungkin dan bentuk sederhana yang melengkung-lengkung.

  • Memiliki bentuk yang dibuat simetris dan seimbang

  • Memiliki suatu kesatuan yang utuh pada arsitektur tanamannya.

  • Proses pembuatan taman sangat dominan dibandingkan dengan tidak banyak pengolahan dari tangan manusia.

  • Penataan bangunannya yang sempit.

Arsitektur Bangunan yang Lebih Modern

Pada tahun 1868, hubungan antara Negara Jepang dan Negara Eropa-Amerika menjadi lebih menonjol dan banyak diketahui. Hubungan yang terjalin ini berpengaruh terhadap bangunan dan arsitektur yang ada di Jepang. Hingga pada abad ke-19 desain interior dan bangunan Jepang menjadi lebih modern dan bertentangan dengan susunan furnitur serta fleksibilitas.

Bangunan arsitektur Jepang modern dapat dilihat dengan adanya penggabungan antara kursi dan meja menjadi satu. Pada akhir abad ke-19 banyak budaya-budaya baru yang bermunculan akibat adanya pengaruh dari budaya barat, seperti cara berpakaian para penduduk Jepang.

Jepang memang kaya akan budaya dan seni sehingga banyak pihak-pihak yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai budaya dan seni di Jepang. Sekian pembahasan mengenai artikel arsitektur Jepang lengkap dengan sejarah awal mula adanya arsitektur di Jepang. Semoga ulasan kali ini dapat memperluas pengetahuan pembaca serta menambah wawasan mengenai negeri sakura Jepang. 

Baca juga: Deretan Museum di Jepang Ini Harus Masuk List Liburan

Penulis

WeXpats
Di sini kami menyediakan artikel yang mencakup berbagai informasi yang berguna tentang kehidupan, pekerjaan, dan studi di Jepang hingga pesona dan kualitas Jepang yang menarik.

Sosial Media ソーシャルメディア

Kami berbagi berita terbaru tentang Jepang dalam 9bahasa.

  • English
  • 한국어
  • Tiếng Việt
  • မြန်မာဘာသာစကား
  • Bahasa Indonesia
  • 中文 (繁體)
  • Español
  • Português
  • ภาษาไทย
TOP/ Budaya Jepang/ Tradisi budaya Jepang/ Melihat Lebih Jauh tentang Arsitektur Jepang dari Waktu ke Waktu

Situs web kami menggunakan Cookies dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas kami. Silakan klik "Setuju" jika Anda menyetujui penggunaan Cookie kami. Untuk melihat detail lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan kami menggunakan Cookies, silakan lihat di sini.

Kebijakan Cookie